BIREUEN, INDONEWS — Pemerintah melalui Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 72.440 masyarakat Kabupaten Bireuen yang ditetapkan sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP) untuk tahap II periode Juli-September 2026.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu meringankan beban masyarakat di tengah tingginya harga beras di pasaran.
Direktur Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe, Muhammad Ikbal, mengatakan penyaluran bantuan pangan tersebut mencakup 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen.
“Untuk tahap II periode Juli hingga September 2026, jumlah Penerima Bantuan Pangan di Kabupaten Bireuen mencapai 72.440 orang. Alokasi beras setiap bulan sebanyak 724.400 kilogram, sehingga total alokasi untuk tiga bulan mencapai 2.173.200 kilogram,” ujar Muhammad Ikbal, Rabu (10/9/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan pangan dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Bireuen. Meskipun terdapat sedikit perubahan warna pada beras yang diterima masyarakat, pihaknya memastikan beras tersebut dalam kondisi bersih dan layak untuk dikonsumsi.
“Beras yang disalurkan kepada masyarakat tetap dalam kondisi bersih. Memang terdapat sedikit warna kekuningan, namun kualitas dan kelayakannya tetap menjadi perhatian kami,” jelasnya.
Pantauan media ini di sejumlah lokasi penyaluran menunjukkan proses pembagian bantuan pangan berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan harapan.
Antusiasme masyarakat juga terlihat cukup tinggi. Para penerima bantuan datang untuk mengambil beras yang menjadi bagian dari program bantuan pemerintah tersebut.
Proses penyaluran turut didampingi oleh koordinator lapangan serta personel TNI dan Polri, guna memastikan pelaksanaan berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran.
Penyaluran bantuan pangan ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir September 2026. Kehadiran bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat yang terdampak kenaikan harga beras.
Program bantuan pangan bukan sekadar tentang beras yang dibagikan, tetapi juga tentang kepedulian dan kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Ketika kebutuhan pangan terjaga, harapan masyarakat pun tetap menyala. Sebab, membantu sesama bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan rasa aman dan kepedulian di saat mereka membutuhkan.” (Hendra)





























Comments