BIREUEN, INDONEWS — Pemerintah melalui Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat penerima manfaat untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026.
Penyaluran bantuan pangan tersebut dilaksanakan di lingkungan Kantor Camat Samalanga, Selasa (9/9/2026), dan berlangsung dengan tertib, aman, serta lancar. Meski harus menunggu dalam antrean yang cukup panjang, masyarakat penerima manfaat tetap mengikuti proses penyaluran dengan tertib.
Koordinator lapangan, Husaini, tampak aktif melakukan pencatatan setiap bantuan beras yang diserahkan kepada masyarakat penerima manfaat.
Langkah tersebut dilakukan secara teliti untuk memastikan proses penyaluran berjalan sesuai data serta meminimalkan kemungkinan terjadinya kekeliruan dalam administrasi dan pertanggungjawaban.
Untuk Kecamatan Samalanga, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) mencapai 3.762 keluarga. Setiap bulan, bantuan yang dialokasikan mencapai 37.610 kilogram beras, sehingga untuk periode Juli hingga September 2026, total bantuan yang disalurkan mencapai 112.839 kilogram beras.
Sementara itu, Direktur Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memperoleh bantuan sebanyak tiga sak beras untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Menurutnya, proses penyaluran bantuan pangan tersebut ditargetkan selesai hingga akhir September 2026.
“Kepada masyarakat penerima manfaat, kami berharap bantuan pangan berupa beras ini dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan masyarakat, terlebih saat ini harga beras masih tergolong tinggi,” ujar Muhammad Iqbal.
Program bantuan pangan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi harga pangan yang masih menjadi tantangan.
Lebih dari sekadar bantuan berupa beras, penyaluran ini diharapkan menjadi wujud nyata kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Bantuan yang diberikan mungkin terlihat sederhana, namun bagi keluarga yang menerima, hal tersebut dapat menjadi penguat untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
“Kepedulian yang diberikan hari ini adalah harapan bagi hari esok. Ketika pemerintah dan masyarakat saling menguatkan, setiap kesulitan akan terasa lebih ringan dan setiap langkah menuju kehidupan yang lebih baik akan semakin mudah.”
Diharapkan bantuan pangan yang disalurkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat penerima manfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera, mandiri, dan penuh harapan. (Hendra)





























Comments