DEPOK INDONEWS — Pemerintah Kota Depok memutuskan untuk menunda kegiatan belajar mengajar secara tatap muka selama dua hari menyusul terdeteksinya abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di wilayah Depok.
Wali Kota Depok Supian Suri mengumumkan bahwa kegiatan pembelajaran pada Senin–Selasa, 7–8 September 2026, untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK, PAUD, RA, SD, SMP, MI hingga MTs dilaksanakan dari rumah melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau secara daring.
Keputusan tersebut disampaikan Supian pada Minggu (6/9/2026). Menurutnya, kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan peserta didik dari dampak paparan abu vulkanik.
“Untuk seluruh warga Depok, khususnya satuan pendidikan, para orang tua murid, serta anak-anakku tercinta mulai dari TK, PAUD, RA, SD, SMP, MI, hingga MTs, kegiatan belajar untuk sementara dilaksanakan secara jarak jauh atau daring,” ujarnya.
Supian menjelaskan, abu vulkanik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan dan mata. Karena itu, kegiatan belajar dari rumah dinilai menjadi langkah yang lebih aman bagi para siswa selama kondisi udara masih dipantau.
Pelaksanaan PJJ tersebut bersifat sementara dan situasional. Pemerintah Kota Depok akan kembali mengevaluasi kondisi kualitas udara pada hari ketiga untuk menentukan apakah pembelajaran tatap muka dapat kembali dilakukan atau pembelajaran jarak jauh perlu diperpanjang.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran daring sekaligus memastikan kondisi kesehatan anak tetap terjaga selama berada di rumah.
Sementara itu, kebijakan berbeda diterapkan terhadap aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Depok. Kegiatan perkantoran tetap berjalan normal seperti biasa.
Meski demikian, terdapat penyesuaian untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik. Salah satunya adalah pelaksanaan apel pagi yang untuk sementara dilakukan di dalam ruangan.
ASN yang memiliki kegiatan di luar kantor juga diminta menggunakan masker serta menjaga kesehatan sebagai langkah perlindungan dari paparan abu vulkanik.
Supian turut meminta masyarakat Depok agar tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan menerapkan langkah perlindungan kesehatan tambahan.
“Mari kita berdoa semoga kondisi ini segera berlalu sehingga kita semua dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kota Depok bersama BPBD dan Dinas Kesehatan masih melakukan pemantauan terhadap kualitas udara. Distribusi masker gratis juga dilakukan di sejumlah titik yang dinilai rawan terdampak paparan abu vulkanik. (Gustini)





























Comments