0

SUMEDANG, INDONEWS — Irvan Fauzi atau dikenal sebagai Unang pada film “Preman Pensiun” akan meramaikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Irvan Fauzi, Ass.Apt., atau Kang Unang Jenggo telah resmi mengantongi nomor urut 3 sebagai kandidat Kades Sayang. Lantas seperti apa sosok Kang Unang, berikut media ini merangkumnya.

Sebelum bertekad terjun ke dunia pemerintahan dan mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Sayang, Irvan Fauzi lebih dahulu dikenal melalui dunia seni peran dan entertainment nasional.

Berawal dari perjalanan di industri hiburan, ia kini mencoba membawa pengalaman dan perspektifnya ke ranah pelayanan masyarakat melalui kontestasi Pilkades.

Pada Kamis, 3 September 2026, dalam tahapan penetapan nomor urut calon Kepala Desa Sayang, Irvan Fauzi resmi mendapatkan nomor urut 3.

Nomor tersebut kemudian menjadi bagian penting dari identitas kampanyenya dalam menghadapi Pilkades Serentak Desa Sayang 2026.

Dalam pencalonannya, Irvan Fauzi mengusung slogan: “Kaum Muda Bukan Masalah, Melainkan Aset Bangsa.” Slogan tersebut menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda Desa Sayang.

Menurut gagasan yang dibawanya, kaum muda tidak semestinya hanya dipandang sebagai kelompok yang membutuhkan pembinaan, tetapi juga sebagai potensi dan kekuatan yang dapat dilibatkan dalam pembangunan desa.

Dengan latar belakang dunia seni dan entertainment, Irvan Fauzi membawa pengalaman yang berbeda ke dalam arena politik desa. Perjalanan dari dunia hiburan menuju pencalonan sebagai kepala desa menjadi bagian dari kisah yang cukup menarik dalam Pilkades Sayang tahun ini.

Bawa Gagasan Desa Sayang yang Maju dan Mandiri

Selain itu, dalam materi pencalonannya, Irvan Fauzi mengangkat visi “Terwujudnya Desa Sayang Maju & Berkembang, Menuju Masyarakat Sehat Sejahtera, Mandiri dan Kreatif.”

BACA JUGA :  Lurah Lebak Gede Manfaatkan Limbah Jadi Penentu Sumber Ekonomi

Sejumlah bidang yang menjadi perhatian dalam gagasan tersebut antara lain peningkatan pelayanan publik dan kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi kreatif dan kemandirian masyarakat, pembangunan sarana dan prasarana, pelestarian seni budaya, kebersihan lingkungan, serta pemberdayaan olahraga dan kepemudaan.

Pilkades Serentak Desa Sayang 2026 pun menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan desa ke depan.

Dengan ditetapkannya nomor urut 3, Irvan Fauzi atau Kang Unang Jenggo kini bersiap mengikuti tahapan selanjutnya dalam kontestasi Pilkades Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Tekad Kuat

Dari panggung seni peran menuju panggung pengabdian masyarakat, perjalanan Irvan Fauzi menjadi salah satu cerita menarik dalam Pilkades Serentak Desa Sayang 2026.

Sebagai seniman, Unang “Preman Pensiun” dikenal sebagai sosok humoris dan memiliki jiwa sosial tinggi. Perjalanan panjang sebagai seorang artis telah mempertemukannya dengan berbagai karakter, pengalaman, serta lapisan kehidupan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Hal itu juga yang mendorong Irvan Fauzi memilih membuka lembaran baru dalam perjalanan hidupnya sebagai abdi masyarakat.

“Terjun ke dunia pemerintahan desa bukan sekadar perpindahan profesi. Ada dorongan untuk memberikan sesuatu yang lebih nyata kepada masyarakat di lingkungan tempat saya berpijak,” kata Unang, kepada media ini, Kamis (3/9).

Pengalaman sebagai artis nasional memberikan Unang kesempatan untuk mengenal banyak karakter manusia.

“Dunia seni mengajarkannya bagaimana berkomunikasi, bekerja bersama berbagai kalangan, memahami persoalan sosial, serta membangun hubungan dengan masyarakat,” ungkapnya, bijak.

BACA JUGA :  Soal Demo Warga, Kades Cipayung Tuduh Berita Tidak Bernarasumber, Begini Tanggapan GMPK

Menurutnya, desa merupakan bagian penting dari pembangunan bangsa. Pemerintahan desa tidak hanya berbicara mengenai administrasi, tetapi juga tentang bagaimana seorang pemimpin hadir, mendengar aspirasi, dan mencari solusi atas persoalan masyarakat.

Nama “Preman Pensiun” melekat kuat pada sosok Unang karena perjalanan kariernya di dunia hiburan. Namun, di balik nama tersebut terdapat sebuah perjalanan kehidupan yang panjang.

Karakter keras dan tegas yang selama ini dikenal masyarakat melalui dunia seni tidak harus diterjemahkan sebagai sikap keras dalam memimpin. Justru, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membangun karakter kepemimpinan yang berani, tegas, tetapi tetap dekat dengan masyarakat.

Unang ingin menunjukkan bahwa seseorang yang berasal dari dunia entertainment juga dapat mengambil bagian dalam pembangunan dan pemerintahan.

Membangun Desa Sayang dengan Semangat Baru

Keputusan Unang untuk maju sebagai Calon Kepala Desa Sayang lahir dari keinginannya untuk ikut berkontribusi dalam membangun desa.

Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, berada di kawasan yang terus berkembang. Perubahan sosial, perkembangan ekonomi, pertumbuhan penduduk, pendidikan, kepemudaan, serta perkembangan teknologi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintahan desa.

Dalam kondisi tersebut, dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu melihat perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal.

Irvan Fauzi melihat generasi muda sebagai salah satu kekuatan penting dalam pembangunan desa. Bagi dirinya, kaum muda bukan masalah, melainkan aset bangsa.

Karena itu, keterlibatan anak muda dalam kegiatan sosial, ekonomi, kreativitas, olahraga, seni, hingga pengembangan usaha menjadi salah satu hal yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian.

BACA JUGA :  Hasil Monev Desa Bojong Tidak Transparan, Camat Klapanunggal Bungkam
Dari Popularitas Menuju Dedikasi

“Menjadi seorang artis mungkin memberikan popularitas. Namun, popularitas bukanlah tujuan akhir,” ujar Unang, yang ingin menguji dirinya di ruang yang berbeda, ruang pengabdian kepada masyarakat.

“Jika dunia entertainment menuntut seseorang untuk tampil di depan kamera, maka pemerintahan desa menuntut seorang pemimpin untuk hadir di tengah masyarakat,” tambahnya.

Langkah tersebut membuktikan jika Unang tidak hanya ingin dikenal sebagai sosok “Preman Pensiun”, tetapi juga sebagai seorang warga yang berani mengambil langkah untuk ikut membangun daerahnya.

“Maju dalam Pemilihan Kepala Desa bukanlah perkara mudah. Persaingan politik di tingkat desa memiliki dinamika tersendiri. Seorang calon tidak cukup hanya mengandalkan popularitas, tetapi harus mampu mendapatkan kepercayaan masyarakat,” papar Unang.

Unang menyadari bahwa masyarakat memiliki harapan dan kebutuhan yang beragam.

Karena itu, perjalanan menuju Pilkades Serentak 2026 menjadi kesempatan baginya untuk lebih banyak mendengar, berdialog, dan memahami apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat Desa Sayang.

Bagi Unang, pemimpin desa seharusnya bukan hanya berada di kantor desa. Pemimpin harus bisa turun langsung, mendengar keluhan warga, melihat kondisi lingkungan, serta bersama-sama mencari jalan keluar.

Unang “Preman Pensiun” kini membawa pengalaman masa lalunya untuk menghadapi tantangan baru sebagai Calon Kepala Desa Sayang. Apa pun hasil dari kontestasi tersebut, langkah Unang menunjukkan satu hal: bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat datang dari berbagai latar belakang.

“Karena pada akhirnya, menjadi pemimpin bukan hanya tentang jabatan. Tetapi tentang keberanian untuk hadir, mendengar, bekerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Unang. (bnh/sal)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Wajah Desa