0

SUMEDANG, INDONEWS | Sebanyak 51 peserta mengikuti kegiatan Lomba Desain Motif Batik dan Pembukaan Lomba Membatik yang digelar di Pendopo Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Sumedang, Senin (10/8/2026).

Peserta terbagi dalam dua kategori, yakni umum dan pelajar. Kegiatan tersebut diinisiasi Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dapil Jawa Barat IX, Galih Dimuntur Kartasasmita, sebagai upaya mendorong lahirnya identitas batik khas Sumedang.

Galih mengatakan, hasil karya para peserta menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan menjadi motif batik yang merepresentasikan Sumedang.

“Semua luar biasa hasilnya. Kalau melihat skornya, selisihnya hanya nol koma. Artinya, mereka semua sebenarnya sudah juara,” kata Galih.

Menurut dia, kegiatan tersebut akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa lomba desain, sedangkan tahap kedua berupa lomba membatik secara langsung.

Desain pemenang pada tahap pertama nantinya akan digunakan dalam proses membatik. Karya tersebut juga direncanakan dibawa ke sejumlah kegiatan tingkat nasional, termasuk peringatan Hari Batik Nasional.

“Goal dan visi misi acara ini adalah membuahkan suatu batik identitas Sumedang yang bisa kita lambungkan secara nasional,” ujarnya.

BACA JUGA :  Benarkah Ada Pejabat di Balik Kandang Ayam PT. Indo Farm Eka?

Ketua Yayasan Batik Indonesia (YBI), Gita Pratama Kartasasmita, menekankan pentingnya regenerasi pembatik, khususnya dari kalangan pelajar.
Menurutnya, keberadaan generasi muda sangat penting untuk menjaga keberlangsungan batik sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO.

“Saya ingin anak-anak yang pelajar makin giat, rajin, dan semangat terus membatik karena kita perlu sekali generasi,” kata Gita.

Selain kemampuan membatik, Gita juga mendorong peserta mengembangkan inovasi, termasuk mencari solusi pemanfaatan limbah dari proses produksi batik agar memiliki nilai tambah.

Sementara itu Anggota DPRD Sumedang dari Fraksi Golkar, Hj. Yuslita Sumartini Bilqis, SM, turut mengapresiasi pelaksanaan Sumedang Batik.

Menurut Yuslita, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkenalkan dan memperkuat identitas budaya Sumedang melalui batik.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak generasi muda.

“Ini kegiatan yang sangat positif karena memberikan ruang bagi masyarakat dan pelajar untuk berkarya sekaligus melestarikan batik sebagai bagian dari budaya kita,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kapolres AKBP Teddy Rachesna Pimpin Sertijab 2 Kabag, 2 Kasat dan 3 Kapolsek di Jajaran Polres Lampung Utara

Yuslita juga menilai pengembangan batik khas Sumedang berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya para perajin dan pelaku UMKM.

Bupati Dukung Lahirnya Motif Baru

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Sumedang Batik dapat menjadi wadah untuk melestarikan batik sekaligus meningkatkan kompetensi perajin dan pelaku UMKM.

Dony berharap kegiatan itu mampu melahirkan corak baru yang dapat menjadi identitas batik Kabupaten Sumedang.

“Harapannya bisa menghadirkan wajah baru corak batik Kabupaten Sumedang,” ujar Dony.

Ia mengatakan, sejumlah kegiatan pengembangan batik juga tengah dilakukan di Sumedang, termasuk workshop di Bio Theater dan Keraton Sumedang Larang.

“Kegiatan ini menjadi wadah untuk pengembangan batik khas Sumedangan,” katanya. (*/rls)

You may also like

Comments

Comments are closed.