Sejumlah Guru ASN Masih Menunggu Pencairan
BIREUEN, INDONEWS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyalurkan bantuan bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang terdampak banjir di Kabupaten Bireuen.
Bantuan tersebut diberikan kepada sekitar 2.400 guru, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN, dalam bentuk Tunjangan Khusus bagi Guru dan Tenaga Kependidikan yang menjadi korban bencana alam.
Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp5.700.000 yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu meringankan beban para pendidik yang terdampak musibah.
Namun di tengah proses penyaluran tersebut, masih terdapat sejumlah guru ASN yang hingga kini belum menerima dana bantuan, meskipun data mereka telah dinyatakan valid dan nama mereka telah tercantum dalam daftar penerima bantuan banjir Kabupaten Bireuen.
Kondisi ini menjadi perhatian publik, mengingat sebagian guru telah berulang kali melakukan konfirmasi kepada bank penyalur. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa dana bantuan pada sejumlah rekening guru ASN masih belum masuk.
Kepada media ini, Minggu (5/7/2026), sejumlah guru ASN berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan proses pencairan.
Mereka mengaku sangat membutuhkan bantuan tersebut untuk memenuhi berbagai kebutuhan pascabencana yang hingga kini masih harus diselesaikan.
Menanggapi hal tersebut, pihak Kementerian melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan kepada sekitar 2.400 korban banjir telah berjalan.
Sementara itu, bagi penerima yang dananya belum masuk diminta untuk bersabar karena Kementerian masih melakukan evaluasi dan penyempurnaan data terhadap penerima yang masih berada dalam proses verifikasi pada sistem.
Pihak Dinas juga menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan secara nasional, tidak hanya untuk Kabupaten Bireuen, melainkan juga bagi seluruh daerah terdampak bencana di Indonesia.
Oleh karena itu, proses penyelesaian administrasi membutuhkan waktu agar seluruh bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Sementara itu, pihak Bank Aceh Syariah selaku bank penyalur, saat dikonfirmasi media ini, membenarkan bahwa bantuan bagi guru non-ASN telah seluruhnya disalurkan.
Adapun untuk guru ASN, dana bantuan hingga saat ini masih belum masuk ke rekening penerima dan masih menunggu proses pencairan dari pihak terkait.
“Bantuan yang tepat waktu bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi bukti hadirnya kepedulian dan kepercayaan negara kepada para pendidik. Sebab, di balik kesabaran para guru, ada harapan besar agar setiap hak dapat diterima tanpa harus menunggu lebih lama.” (Hendra)





























Comments