0

BANDUNG, INDONEWS — Tim dosen dari Program Studi D3 Sistem Informasi Akuntansi (SIA), Fakultas Ilmu Terapan, Universitas Telkom, melaksanakan rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dengan skema Teknologi Tepat Guna (TTG) bagi UMKM kuliner lokal, Nafisa Pasta, di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Kegiatan yang berlangsung mulai Maret hingga Juni 2026 ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pencatatan keuangan mitra dari manual menjadi digital berbasis web.

Transformasi digital tidak lagi menjadi kebutuhan perusahaan besar semata. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pun dituntut untuk beradaptasi agar mampu meningkatkan daya saing dan menjaga keberlanjutan usahanya.

Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola usaha sekaligus memperkuat fondasi pengambilan keputusan berbasis data.

Ketua tim Abdimas, Kastaman, S.T., M.M., bersama anggota Rahmadi, S.E., M.Ak., dan Irna Yuniar, S.T., M.A.B., serta didukung oleh tiga mahasiswa, yaitu rangga ariansyah (nim: 607032300031), Made Aditya Warmadewa (nim: 607032300091), dan Mohammad Fery Salim (nim: 607032300061).

Mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi berbasis web yang dirancang khusus sesuai kebutuhan operasional Nafisa Pasta.

BACA JUGA :  Disdikbud Bireuen tak Punya Hak Intervensi, Uang Masuk PPDB Terus Berlangsung

Melalui program ini, tim menghadirkan sebuah sistem informasi yang mengintegrasikan berbagai fungsi penting dalam satu platform.

Aplikasi tersebut mencakup fitur Point of Sales (POS), pengelolaan persediaan bahan baku, pencatatan beban operasional, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana yang dapat diakses melalui perangkat berbasis web.

Selain menghasilkan produk teknologi, kegiatan pengabdian ini juga menghadirkan bentuk kolaborasi yang menarik antara dunia akademik dan pelaku usaha.

Tidak hanya dosen dan mahasiswa yang memberikan pendampingan kepada mitra, tetapi pemilik Nafisa Pasta, Nur Maria Ulfah, turut berbagi pengalaman sebagai praktisi bisnis melalui kegiatan Studium Generale yang diselenggarakan secara daring pada 4 April 2026.

Mengangkat tema Harmoni Antar Generasi: Mewujudkan Usaha Mandiri, kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi D3 Sistem Informasi Akuntansi dan D4 Teknologi Rekayasa Multimedia.

Dalam kesempatan itu, Nur Maria Ulfah menceritakan perjalanan membangun Nafisa Pasta sejak 2019, termasuk menghadapi tantangan selama pandemi COVID-19, memanfaatkan platform digital untuk pemasaran, hingga menjaga kualitas produk di tengah persaingan industri kuliner.

BACA JUGA :  70 Siswa UPTD SDN 1 Bireuen Ikuti ANBK 2023

Sebagai pelaku usaha yang pernah meraih penghargaan Best Merchant Gojek 2023 dan Mitra Juara 2024, pengalaman yang dibagikan memberikan perspektif nyata kepada mahasiswa mengenai dinamika membangun bisnis dari bawah. Interaksi tersebut menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan teori di ruang kuliah dengan praktik langsung di lapangan.

Pengembangan aplikasi dilaksanakan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), yang memungkinkan proses perancangan sistem dilakukan secara cepat melalui tahapan analisis kebutuhan, pembuatan prototipe, pengujian, penyempurnaan, hingga implementasi bersama pengguna.

Pendekatan ini dinilai efektif karena melibatkan mitra secara aktif dalam setiap proses pengembangan sehingga aplikasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional usaha.

Program ini menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat berperan sebagai mitra strategis dalam mempercepat transformasi digital UMKM. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan pelaku usaha menjadi contoh nyata bahwa inovasi tidak berhenti di ruang laboratorium atau ruang kelas, tetapi dapat diterapkan langsung untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan