0

JAKARTA, INDONEWS — Pengiat kemanusiaan, M. Adli Abdullah mengusulkan Presiden Prabowo Subianto untuk Natal dan berkantor di wilayah yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara.

Sedangkan Wapres Gibran diusulkan Natal di Papua. Kehadiran Prabowo di Sumatra dan Gibran di Papua untuk memperkuat kembali Tanah Air yang sedang ditimpa bencana serta merajut kebersamaan di akhir tahun.

“Dalam kondisi air mata mengalir, kehadiran presiden, gubernur, atau bupati di lokasi bencana dapat mengucurkan mata air kepada korban dan ada tindak lanjut yang lebih cepat agar korban tidak kelaparan. Negara hadir di masyarakat dengan menyapa korban. Apresiasi kepada Pak Prabowo yang sudah berkali-kali ke lokasi musibah,” kata Adli, Minggu (14/12/2025).

Adli menuturkan sebagai penyintas gempa dan tsunami Aceh 2004, keberadaan presiden bersama korban dapat mempercepat penanganan bencana.

Misalnya, BNPB mempercepat mendirikan tenda korban di Aceh Taming sebelum RI 1 tiba di sana. Sejarawan nasional ini meminta Prabowo untuk kerahkan segala kemampuan seperti yang dipamerkan pada HUT TNI atau Polri ke lokasi bencana.

BACA JUGA :  Para Awak Mobil Tangki Aspal PT. SJU Belinyu Adukan Perusahaan Ke Disnaker Babel

Adli mengingatkan, warga tidak perlu berjalan kaki berkilo-kilo dan naik bukit memikul beras seperti di Gayo jika negara mengirim helikopter atau drone kargo.

Menurutnya, adalah tugas negara melayani rakyat apalagi di masa kesusahan karena ulah oknum pejabat yang jadi pejahat dari level nasional hingga ke daerah.

“Duka Sumatra ini adalah duka Nusantara. Untuk itu, perlu instruksi Presiden Prabowo melarang perayaan tahun baru 2026 di tempat terbuka. Tidak pantas warga di Sumatra sedih di bawah tenda pengungsi, di wilayah lain, warga bergembira. Kita punya simpati dan empati sebagai sesama anak bangsa,” pinta pakar hukum adat ini.

Hingga Sabtu, (13/12/2025) BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera mencapai 1.006 jiwa.

Adapun jumlah korban meninggal dunia di Aceh sebanyak 415 orang, Sumatera Utara 349 orang, dan Sumatera Barat 242 orang. Sementara itu, jumlah korban yang hilang hingga kini sebanyak 217 orang. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.