0

BOGOR, INDONEWS — Bupati Bogor Rudy Susmanto tengah bersiap untuk menjadikan Stadion Pakansari lebih istimewa.

Ya, orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu akan “Mengistimewakan” Stadion Pakansari dengan menyulap kota mini terpadu, menggabungkan olahraga, wisata, religi, konservasi, dan ekonomi kreatif dalam satu kawasan.

Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa stadion pakansari bukan hanya pusat dan sarana olahraga masyarakat tetapi akan menghadirkan konsep hutan kota yang hidup, kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pembinaan bagi para pencinta satwa, komunitas pecinta hewan.

“Serta ruang belajar bagi masyarakat tentang pentingnya konservasi alam dan keseimbangan ekosistem,” ungkapnya.

Bupati Rudy menyampaikan komitmennya dalam menghadirkan kawasan perkotaan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan olahraga, tetapi juga  sarana rekreasi edukatif bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, kawasan Stadion Pakansari dan sekitarnya akan dikembangkan menjadi central business district (CBD) Kabupaten Bogor yang terintegrasi dengan ruang publik hijau, sarana olahraga, serta area konservasi satwa bernama Government Park Zoo.

BACA JUGA :  Berkas Perkara Lengkap, Polsek Cileungsi Limpahkan 6 Tersangka Kasus Gas Oplosan ke Kejari Cibinong

Konsep yang diusung, lanjut Rudy, adalah kolaborasi antara hutan kota, sungai, dan area terbuka agar pengunjung bisa merasakan nuansa alami. Awalnya, kawasan ini dirancang hanya sebagai jogging track dan taman burung, namun seiring berjalannya waktu, konsepnya berkembang menjadi kawasan konservasi yang lebih luas dan inklusif.

Kemudian, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan dan arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto Susmanto, yang menginginkan kawasan Pakansari menjadi ruang terpadu bagi olahraga, rekreasi, dan kegiatan sosial masyarakat Bogor Raya.

“Sesuai dengan arahan Pak Bupati, kawasan Stadion Pakansari akan kita kembangkan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat Bogor. Di sana akan dibangun berbagai fasilitas publik yang menunjang kenyamanan dan aktivitas masyarakat,” jelas Eko Mujiarto.

Sejumlah fasilitas yang akan dikembangkan di antaranya meliputi, Revitalisasi Stadion Pakansari, agar tampil lebih representatif dan indah, dengan tata pencahayaan serta penataan parkir yang lebih tertib dan ramah pengunjung.

BACA JUGA :  Selamatkan Demokrasi Kabupaten Bogor, H. Santoso Nyatakan Dukung Bayu-Musa

Pembangunan Masjid Raya yang akan rampung pada tahun 2025, Masjid ini akan menjadi pusat kegiatan keagamaan, dilengkapi dengan Hotel Asrama Haji, Gedung Serbaguna, dan area manasik haji mini lengkap dengan miniatur masjid serta jalur sa’i.

Menara Pandang setinggi 99 meter yang merepresentasikan Asmaul Husna, menjadi ikon baru kawasan yang memungkinkan pengunjung menikmati panorama dari ketinggian.

Fasilitas olahraga seperti Gedung Laga Satria, Laga Tangkas, lapangan tenis indoor dan outdoor, serta area sirkuit motor trail yang tetap dipertahankan sebagai daya tarik kawasan.

Pusat kuliner dan UMKM Teras Pakansari, sebagai area rekreasi dan belanja masyarakat setelah berolahraga atau beraktivitas di sekitar kawasan. Dan Command Center dan helipad, yang dirancang untuk mendukung koordinasi dan mobilitas kegiatan di kawasan Pakansari.

Selain pembangunan fasilitas tersebut, Pemkab Bogor juga tengah menyiapkan pembangunan Jalan GOR Pintu Timur yang akan terhubung langsung ke Jalan Raya Jakarta–Bogor dan akses menuju Tol Cibinong maupun Sentul, guna memperlancar konektivitas dan akses masyarakat menuju kawasan ini.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Longsor

“Mudah-mudahan pada akhir tahun 2025 hingga 2026 mendatang, seluruh rencana pengembangan kawasan stadion Pakansari ini dapat terealisasi. Semua langkah ini merupakan wujud nyata dari cita-cita Pak Bupati Bogor untuk menjadikan kawasan Cibinong Raya sebagai pusat pertumbuhan dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkas Eko Mujiarto. (nurman/ist)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor