0

BOGOR, INDONEWS | Data Desa Presisi (DPP) untuk Desa Setu Kecamatan Jasinga dan Desa Babakan Sadeng Kecamatan Leuwisadeng Kecamatan Leuwisadeng telah diserahterimakan.

Serah terima dilaksanakan pihak Unsur Dekan FEMA IPB University Dramaga Bogor, di Ruang Rapat Kantor Desa Setu, Senin (1/9/2025).

DPP diserahkan langsung Prof. Sofyan Syaf kepada kedua desa dengan disaksikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor.

“Pelaksanaan penyerahan hasil DDP Desa Setu dan Babakan Sadeng telah selesai dilaksanakan pihak Unsur Dekan FEMA IPB University Dramaga Bogor,” demikian pernyataan resmi yang diterima media ini, Rabu (3/9).

Acara turut dihadiri unsur pelaksanaan DPMD Kabupaten Bogor, aparatur Kecamatan Jasinga dan Leuwisadeng, Kades Setu, Kades Babakan Sadeng, pihak FEMA IPB, unsur BPD Setu, dan pihak kelembagaan Desa Setu.

Sekadar informasi, DDP merupakan data spesifik yang dikumpulkan dan dikelola masing-masing pemerintah daerah, bukan data publik yang tersedia secara umum melalui platform terpusat, seperti di tingkat nasional.

Masyarakat dapat mencari informasi melalui Lab. Data Desa Presisi FEMA IPB University (melalui Instagram desapresisi.ipb) karena IPB University adalah penggagas konsep DDP dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk penerapannya di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  Pemdes Cangkuang Wetan Sosialisasikan Program Kotaku Bersama Anggota Dewan

Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri terus mendorong percepatan transformasi desa, salah satunya melalui penerapan Program Data Desa Presisi.

Program ini dianggap penting sebagai dasar perencanaan berbasis bukti agar pembangunan di desa lebih tepat sasaran.

Kadis DPMD Kabupaten Bogor, Hadijana mengatakan, dengan jumlah 416 desa, Kabupaten Bogor memiliki dinamika besar dan menjadi contoh nyata bagaimana desa berperan sebagai ujung tombak pembangunan daerah.

“Transformasi desa kini tidak hanya berfokus pada penguatan kelembagaan, tetapi juga mencakup kemandirian ekonomi berbasis lokal, penguatan koperasi, hingga digitalisasi pelayanan publik,” kata mantan Kadisdukcapil itu. (adv)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Adventorial