0

BOGOR, INDONEWS | Polemik bantuan keuangan insfratruktur desa untuk pembangunan pengaspalan hotmix jalan desa di Kampung Pendey RT 02-03 RW 04, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor terus berlanjut.

Wakil Sekretaris DPD GMPK Kabupaten Bogor, Sahrul mengatakan, adanya dugaan markup yang menurutnya berdasarkan hitungan RAPL (Rancangan Anggaran Pelaksanaan Lapangan).

“Nilai proyek yang seharusnya hanya memakan dana sekitar Rp400 juta, tercatat dalam RAB sebesar Rp600 juta. Hal ini memunculkan kecurigaan adanya dugaan praktik mark up dalam perencanaan pembangunan hotmix tersebut,” ungkapnya.

Sahrul juga mengaku heran karena ada ketidaksinkronan antara ucapan Pj dengan UPT jalan dan jembatan.

“Pj mengaku tidak paham terkait teknis pembangunan apalagi terkait perencanaan, karena menurut dirinya hanya melanjutkan kepala desa sebelumnya. Tapi dirinya juga tidak hawatir kerena sudah diawasi  pihak UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah X Kecamatan Jonggol,” papar Sahrul.

Sementara UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah X Kecamatan Jonggol, Masnan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp mengatakan, dirinya bukan pengawas, tapi monitoring tim verifikasi dari kecamatan.

BACA JUGA :  Akhir Tahun, Desa Cijeruk Realiasasikan Samisade dan DD

“Hanya mengecek pekerjaannya. Sesuai atau tidak panjangnya yang 60 presen sampai dimna, nah itu. Jadi untuk perencanaan, itu ranah desa. Saya hanya melihat dari hasil pembangunan,” ucapnya. (Jaya)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Wajah Desa