BOGOR, INDONEWS | Pembangunan infrastruktur jalan desa dan TPT di Kampung Bojong Honje, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur terus menuai sorotan.
Pasalnya, pembangunan infrastruktur jalan desa dan TPT tersebut selain tidak melibatkan warga sekitar dalam proses pembangunannya, juga muncul dugaan adanya kejanggalan.
Wakil Sekretaris DPD GMPK Kabupaten Bogor, Sahrul mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan desa dan TPT di Kampung Bojong Honje dengan anggaran cukup fantastis itu banyak kejanggalan.
“Anggaran sebesar itu menjadi pertanyaan bagaimana desa buat perencanaan bisa sebesar itu dan sampai bisa lolos verifikasi di kecamatan dan DPMD,” ujar Sahrul, Senin (25/8/2025).
Sahrul menilai adanya dugaan markup yang menurutnya berdasarkan hitungan RAPL (Rancangan Anggaran Pelaksanaan Lapangan).
Dengam volume badan jalan panjang 450 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 0,12 centi meter, dan pekerjaan TPT dengan volume panjang 30 meter, tinggi 1 meter, yang menyerap anggaran Rp.265.000.000.
“Volume beton 135 m3 dan TPT 12 m3 sangat tidak logika sampai menyerap anggaran sangat fantastis. Pasalnya ketika dihitung satuan material RAPL beton k250. 135 m3 x 900.000 = 121.500.000, Hok 1.125 m2 x 25000 =28.125.000, papan cor 150 lbr x 150.000 = 2.250.000, plastik 4 rol x 125.000 = 500.000, pok beton 22 mixer x 400.000 =8.800.000 total Rp. 161.175.000,” katanya.
“Ditambah TPT Rp.12.000.000 jelas disini terhitung real antara RAPL dan RAB tidak sinkron,” katanya.
Menurut Sahrul, selain dugaan markup, ada dugaan pencurian volume beton ketika pihaknya mengukur bigisting besi terpasang tinggi 10 centi meter.
“Yang lebih parah pelaksanaan di lapangan tidak standar dengan posisi batu macadam dias bigisting, jelas terlihat volume beton akan berkurang,” pungkasnya. (Jaya)





























Comments