0

BOGOR, INDONEWS | Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor membenarkan pembangunan Infrastruktur di Kampung Bojong Honje tidak melibatkan warga sekitar.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Asep Saepudin mengatakan, tidak dilibatkannya warga sekitar dalam pembangunan itu karena ada beberapa alasan.

“Biasanya kita libatkan terus. Tapi kenapa sekarang enggak dilibatkan, karena kami belajar dari pengalaman sebelumnya, pasti ada keluhan hal terkecil dari lambat datangnya molen. Mereka biasanya gak pada sabar nunggu. Padahal kan tahu sendiri kalau musim anggaran seperti ini molen juga semua sibuk ngirim sana sini,” ungkapnya.

Selain itu, Asep juga mengaku jika pekerjaannya terbatas karena kewenangan ada di kades.

“Sebelumnya saya sudah bilang, libatkan masyarakat, jangan semua dari luar. Itu sudah kita sampaikan ke pihak pemborong,” katanya.

Sebelumnya, saat ditemui di lokasi warga sekitar mengaku kecewa. Warga mengatakan, pembangunan jalan dilakukan warga luar daerah, seperti dari Cianjur, Bandung dan luar daerah lainnya.

“Saya heran kenapa warga di sini tidak ada yang dilibatkan, malah dari daerah lain. Padahal kami juga bisa bekerja karena sebelumnya juga saya sering ikut proyek pembangunan infrastruktur,bahkan di wilayah lain saya sering ikut kerja, tapi gak tahu kenapa di kampung sendiri saya gak diajak kerja,” katanya.

BACA JUGA :  Kades Cibatutiga Belum Realisasikan Ambulans, Aktivis Sebut Masyarakat Dirugikan

Ia juga mengklaim, jika dirinya yang mengerjakan pembangunan tersebut, hasilnya akan lebih baik.

“Itu mah kan bigisting digali.Itu tinggi kalau sudah jadi gak bakal ada 12 cm, paling berapa centi saja.Coba saja nanti kalau sudah beres bapak ke sini lagi,cek di tengah,paling beberapa centi,” katanya.

Warga lainnya meminta untuk disampaikan pemerintah desa agar suaminya bisa ikut bekerja.

“Tolang pak suami saya sudah lama nganggur.Coba bapak bilang ke orang desa supaya suami saya bisa ikut kerja,” pintanya. (Jaya)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Wajah Desa