BIREUEN, INDONEWS | Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menembus ribuan kilometer menuju Tanah Suci, melainkan panggilan Ilahi yang mengetuk relung jiwa, mengajak setiap hamba untuk menanggalkan keakuan dan bersimpuh dalam keagungan Sang Pencipta.
Di sana, di pelataran Ka’bah, manusia berdiri sejajar tanpa pangkat dan jabatan, hanya mengenakan kain ihram sebagai simbol kesucian dan kesetaraan.
Sebanyak 382 jamaah haji reguler asal Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 2025. Namun demikian, berdasarkan informasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, hanya 378 jamaah yang dipastikan berangkat, sementara empat jamaah lainnya tertunda keberangkatannya.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd, melalui pesan WhatsApp kepada media, Selasa (13/5/2025).
“Empat jamaah kita tidak dapat berangkat. Dua di antaranya telah berpulang ke rahmatullah, satu sedang mengalami sakit, dan satu lagi berada di luar negeri,” katanya, dengan penuh keprihatinan.
Berikut adalah nama-nama jamaah yang tertunda keberangkatannya: Abdul Rahman Usman, Porsi 0100076415, Paspor E9052775 (meninggal dunia), Salwa Umar, Porsi 0100076416, Paspor E9052788 (meninggal dunia), Nurmalahayati Muhammad Yunus, Porsi 0100077039, Paspor E9262743 (sakit), Jasmadi Muhammad Amin, Porsi 0100068942, Paspor X4681125 (berada di Qatar).
Semoga Allah SWT mencurahkan rahmat-Nya kepada yang telah wafat dan memberikan kesembuhan serta kemudahan kepada yang belum bisa berangkat.
Seluruh jamaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 9 Embarkasi BTJ Aceh dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 25 Mei 2025 pukul 21.00 WIB, dan akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 26 Mei 2025 pukul 21.25 WIB. Mereka dijadwalkan tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada 27 Mei 2025 pukul 01.30 Waktu Arab Saudi (WAS).
Dari total 378 jamaah yang berangkat, terdiri dari 133 laki-laki dan 245 perempuan. Jamaah termuda adalah Rahmad Awla, berusia 20 tahun, asal Desa Ulee Blang, Kecamatan Jeunieb.
Sementara jamaah tertua adalah Fatimah Mahmud, berusia 94 tahun, asal Desa Cot Baroh, Kecamatan Kuta Blang, sebuah bukti bahwa usia bukan halangan untuk menjawab panggilan suci ini.
Kepala Kemenag Bireuen, Dr. Zulkifli, menyampaikan harapannya agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan lahir dan batin, serta mampu menjalankan seluruh rangkaian manasik dengan khusyuk dan lancar.
“Semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada seluruh jamaah kita, memudahkan setiap langkahnya di Tanah Suci, dan mengantarkan mereka kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur, yang ibadahnya diterima dan kehidupannya berubah menjadi lebih baik dalam iman dan takwa,” tuturnya.
Tak lupa, ia juga mengajak seluruh masyarakat Bireuen untuk ikut mendoakan para tamu Allah ini agar selamat pergi dan pulang, serta membawa keberkahan bagi daerah.
Sesungguhnya haji adalah panggilan cinta dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih. Berangkat haji bukan semata karena mampu secara materi, melainkan karena diundang secara ruhani.
Maka beruntunglah mereka yang dipanggil, dan bahagialah mereka yang menjawabnya dengan hati yang ikhlas dan tubuh yang berserah.
Dengan niat suci dan hati yang bersih, para calon dhuyufurrahman (tamu Allah) dari Bireuen siap menginjakkan kaki di Tanah suci, Mereka bukan hanya membawa koper dan paspor, tapi juga membawa harapan, doa-doa, serta cucuran air mata orang-orang tercinta di tanah air.
Semoga seluruh jamaah haji Kabupaten Bireuen diberi kemudahan, keselamatan, dan kembali dengan hati yang bersih, laksana bayi yang baru lahir-suci, bersih dari dosa, dan penuh cahaya keimanan. (Hendra)





























Comments