BOGOR, INDONEWS | Setelah libur lebaran, kini penambangan batu dan pengalian tanah di Desa Klapanunggal kembali aktif.
Penambangan batu ini terjadi di sepanjang kaki bukit wilayah Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, tepatnya mulai dari Desa Cilalay hingga ke Desa Ligarmukti (wisata pemandian Sodong).
Berdasarkan pantauan media ini, Minggu (13/4), terlihat beberapa alat berat sedang beroperasi.
Sementara menurut informasi, pelaku atau perusahaan yang selama ini melakukan kegiatan, beberapa dimiliki orang tertentu. Bahkan kadang juga ganti-ganti pemilik. Hal ini tentu menjadi pertanyaan publik karena ditengarai belum memiliki perijinan resmi dari pemerintah.
Akibat ulah para penambang batu dan pengambilan tanah tersebut, kerusakan lingkungan (hutan dan alam) tidak terelakkan. Tetapi pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum pernah bertindak, justru terkesan ada pembiaran.
Untuk mendapatkan keterangan dari pemerintah pun terasa sulit, akibatnya istilah transparansi hanya hiasan bibir dan penuh kebohongan dan pepesan kosong.
Untuk tidak terjadi lagi kerusakan lingkungan yang semakin parah, masyarakat meminta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi segera turun guna melihat secara langsung kondisi yang ada.
Masyarakat mendukung sikap gubernur yang responsif dan tegas terhadap berbagai masalah yang terjadi.
“Kami sangat berharap kepada gubernur dapat segera meninjau lokasi ini,” kata salah seorang warga sekitar lokasi.
“Kami sangat terkesan atas tindakan gubernur yang tegas. Kalau boleh usul, masalah korupsi yang terjadi di berbagai daerah termasuk di Kabupaten Bogor dapat segera diberantas,” ujar warga lain.
Harapan masyarakat tersebut tentu mewakili keinginan masyarakat lain di Kabupaten Bogor.Saatnya Kabupaten Bogor dapat lebih baik dari pemerintahan sebelumnya. Termasuk hal penting lainnya adalah perlu segera dilakukan penggantian pimpinan SKPD dan pejabat teras lainnya, guna memperbaiki citra Pemerintah Kabupaten Bogor kedepan. (Johnner Simanjuntak)





























Comments