0

DEPOK, INDONEWS | Keluarga Besar Dokter Ririn (KBDR) geram terhadap sikap dan tindakan arogan dan anarkis pencoretan wajah dr. Ririn dengan warna hitam.

Raden Dimas Sugiharto (Dimas) selaku Bendahara Umum dari KBDR, menyatakan sikap keras dan tegas terhadap tindakan perbuatan pencoretan wajah dari Bunda Ririn (Ririn).

“Kami menganggap perbuatan tersebut sebagai tindakan yang telah menghina dan menyayat hati kami (KBDR) dan kami tidak menerima atas tindakan tersebut,” papar Dimas, dengan geram.

“Kami akan mendorong tim sukses (Timses) dr. Ririn agar menindaklanjuti untuk mengajukan pembuatan Laporan (LP) secara resmi terhadap kasus pelecehan ini kepada pihak-pihak terkait, yaitu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok dan Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini pihak kepolisian,” tambah Dimas.

Menurutnya, aktor intelektual dan pelaku harus diusut tuntas dan dituntut secara hukum, sekalipun dr. Ririn yang telah mengetahui kejadian tersebut hanya tersenyum saja, karena dr. Ririn merupakan sosok ibu pemaaf dan murah hati.

“Tapi kami tetap tidak dapat menerima perbuatan tersebut, karena tindakan tersebut kami anggap sudah melawan hukum, serta harus diproses secara hukum,” ujar Dimas.

BACA JUGA :  Wali Kota Depok Buka MTQH Ke-24, Siapkan Generasi Hebat

Ketua Umum KBDR, Anton Sujarwo mengecam keras tindakan pelecehan dan penghinaan pencoretan wajah dr. Ririn pada Baliho Imam-Ririn.

“Hanya seorang pengecut, yang melakukan perbuatan tersebut, dan oknum tersebut adalah orang yang tidak ingin Pilkada di Kota Depok tidak kondusif, yang diduga ingin memprovokasi agar terjadi keributan dan kerusuhan di Kota Depok, sehingga akan terjadi benturan,” tegas Anton.

“Saya mengajak dan berharap, agar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Depok ini dilakukan dengan tertib, damai, tenang, sopan dan santun serta kondusif, bukannya melakukan perusakan Alat Peraga Kampanye (APK), yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab tersebut, yang terjadi di Jl. H. Rosyid Gg. Indo Maju, Kalimulya, Kelurahan Cilodong, Kecamatan Cilodong – Kota Depok,” tutup Anton. (Gustini)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Depok