0

PALOPO, INDONEWS | Salah satu aktivis, pejuang demokrasi, dan sebagai Bendahara Umum Bara JP (Barisan Relawan Jalan Perubahan) asal Kota Madya Palopo, Yudas Pasomba mempertanyakan permasalahan tidak lolosnya pasangan Trisal Tahir-Akhmad Syarifuddin Daud sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo.

Trisal-Akhmad dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo.

“Apa masalahnya sampai tidak lolos persyaratan? KPU harus melakukan seluruh tahapan secara profesional, adil dan jujur. KPU telah melakukan kelalaian atau kesalahan,” ujar Yudas Pasomba, kepada media ini, Sabtu (14/9).

Yudas Pasomba

Sedari awal, tambah Yudas, sejumlah kejanggalan diperlihatkan KPU yang dinilai mendzolimi Trisal-Akhmad. Pada saat pendaftaran, Trisal-Akhmad adalah satu-satunya pasangan yang saat itu tidak disebut namanya, sedangkan pasangan lainnya disebut KPU.

“Kenapa KPU terkesan menganaktirikan salah satu pasangan? Ini harus menjadi perhatian bersama demi pemilukada yang adil dan jujur, sehingga masyarakat memperoleh pemimpin yang baik,” kata Yudas.

Yudas mendorong agar tim Trisal-Akhmad melakukan mediasi dengan Bawaslu terkait putusan ‘tak adil’ KPU tersebut.

BACA JUGA :  Pertemuan Relawan Ganjar Pranowo Kabupaten Bandung Hasilkan Kesepakatan Ini

“Keadilan dan kebenaran harus tetap ditegakkan di Kota Palopo. Tidak boleh ada pendzoliman, tidak boleh ada diskriminasi. Demokrasi negara ini harus bersih tanpa ada kotoran dari pihak manapun,” kata Yudas.

Sebelumnya, terdapat empat pasangan calon yang mendaftar ke KPU Palopo pada 27-29 Agustus 2024 lalu. Mereka adalah pasangan Putri Dakka-Haidir Basir, Trisal-Akhmad, Rahmat Masri Bandaso-Andi Tenri dan Farid Kasim Judas-Nurhaeni.

Dari keempat pasangan, KPU tidak meloloskan Trisal-Akhmad sebagaimana tertuang dalam surat KPU Palopo bernomor NOMOR: 681/PL.02.2-PU/7373/2024.

Yudas berharap KPU tidak mencoba-coba bermain api dalam Pemilihan Walikota Palopo, dan menjalankan prosedur yang benar dan tertib. (bn)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Politik