TANGERANG, INDONEWS | Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tangerang, Banten memberikan penyuluhan dan bimbingan organisasi kepada masyarakat, di Istana Nelayan Kota Tangerang, Kamis (22/8).
Acara diikuti sekitar 50 berbagai organisasi kemasyarakatan, yayasan, LSM, dan wartawan dan lain-lainnya. Masing-masing organisasi mengirimkan dua anggota untuk hadir..
Sementara narasumber, menghadirkan Prayogo Heri Cahyono, SE., MM. dari Kementerian Dalam Negeri Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum.
Kemudian Ade Lutifanto SH dari Badan Kesbangpol Provinsi Banten serta Hani Hasanah. S, Pi., MM sebagai Organizational Management & Critical Issues.
Prayogo Heri Cahyono memaparkan tentang peningkatan manajemen organisasi kemasyarakatan.
Ia membahas kerangka pikir ormas dalam pemerintahan demokratis dan tentang isi Pancasila, UUD RI tahun 1945, Bhinekka Tunggal Ika, NKRI serta peraturan Undangan-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang organisasi kemasyarakatan.
“Salah satu yang tercantum dalam undang-undang Organisasi Kemasyarakatan (ormas) adalah, organisasi yang didirikan dan dibentuk masyarakat dan kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi, dalam pembangunan demi tercapainya tujuan negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila, dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945,” kata Prayogo.
Sementara dari Badan Kesbangpol Provinsi Banten, Ade Lutifanto memberikan penjelasan soal peningkatan manajemen organisasi kemasyarakatan.
“Ormas dalam UU 1945 membahas materi pasal 28, pasal 28 c ayat (2), pasal 28 E(3) pasal 28 j (2) rangkuman isi materi. Setiap orang dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis,” papar Ade.
Masih diruang sama, Hani Hasanah dari Universitas Islam Syekh-Yusuf mengutarakan tentang Organizational Manajemen & Critical Issues.
“Organisasi itu membutuhkan kemampuan. Kemampuan itu harus dikembangkan dan memiliki pemimpin visioner tidak hanya memberdayakan audiensnya, tetapi juga memberdayakan dirinya sendiri, hanya pada waktu yang tepat dengan pemimpin yang tepat dan audiens yang tepat, strategi dapat menjadi visi dan kepimpinan dapat menjadi visioner,” paparnya. (Karno 77)



























Comments