TANGERANG, INDONEWS | Kepala UPTD Produksi Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian wilayah Kecamatan Cisauk Tangerang, menyambut baik atas kedatangan wartawan di kantor UPTD yang sedang direhabilitasi dari DTRB.
Wartawan pun diajak berbincang-bincang cukup lama. Kedatangan wartawan senidir untuk investigasi pekerjaan rehabilitasi kantor UPTD yang dikerjakan CV. Karya Nano Bersama dengan anggaran: Rp.480.781.000 dari APBD tahun 2024.
Namun wartawan tidak diizinkan melakukan cek and ricek hasil pekerjaan tersebut, dengan alasan tidak ada pelaksananya.
Terkait hal ini, memang tidak ada hubungannya tugas pokok dan fungsi (tupoksi) antara kepala UPTD dengan kontraktor, namun mengapa wartawan dilarang melakukan investigasi hasil kerja kontraktor rehabilitasi gedung UPTD.
Investigasi perlu dilakukan mengingat sebelumnya ada isu jika pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi atau RAB.
Narasumber menyebutkan, kualitas bahan material yang digunakan dan cara penggunaan, terutama pada pengecatan tembok dinding yang terlihat masih kurang rata dan material lainnya yang digunakan tidak sesuai.
Sementara Kepala UPTD bersikukuh tetap tidak mengizinkan. Dia hanya meminta wartawan untuk meninggalkan nomor telepon agar mandor atau pelaksana bisa menghubungi.
Selang beberapa hari, wartawan dihubungi Nano, yang mengaku sebagai mandor. Nano mengatakan, terkait temuan wartawan akan disampaikan ke pelaksana.
Di lokasi lain, di temukan proyek dari Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang dengan nama kegiatan Bangunan GSG RW 02 DPA Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan dengan pelaksana CV. Bangun Huta Pamungkas, anggaran Rp. 1.452.672.000 dengan sumber dana APBD 2024.
Ternyata pekerjaan UPTD pertanian wilayah Kecamatan Cisauk dan Bangunan GSG RW 02 Pagedangan dikerjakan kontraktor yang sama, hanya menggunakan nama CV berbeda.
Saat dikonfirmasi pelaksana hanya menjawab nanti dan besok. Hingga berita ini ditayangkan, pihak kontraktor tidak bisa dimintai konfirmasi.
Selain itu Kepala Bidang Dinas Tata Ruang dan Bangunan saat dihubungi tidak ada jawaban. (Karno 77)



























Comments