0

BOGOR, INDONEWS |Desa Lemahduhur menjadi pilihan mahasiswa poltakes Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk pengembangan ilmu kesehatan, yang berjalan kurang lebih dua minggu.

Kegiatan disambut baik Pemdes Lemahduhur beserta RT RW tokoh masyarakat, maupun warga wilayah tersebut.

Ujang Najmudin atau yang biasa disapa Iyang, saat dimintai tanggapannya mengenai kegiatan PKL mahasiswa poltakes mengatakan, pemdes sangat mendukung program anak-anak mahasiswa yang mengadakan praktek kerja lapangan.

“Kami menilai ini membawa nilai positif untuk warga juga secara kebetulan PKL Poltakes ini yang kedua kali diadakan di Desa Lemahduhur, hasilnya membawa manfaat. Semogga anak-anak PKL di Desa Lemahduhur mendapatkan ilmu kepentingan bersama di masa depan,” katanya.

Ketua Prodi, Dokter Safrudin S.Km saat dimintai keterangannya Kamis (2/8) mengatakan, PKL ini disebut dengan PKL 3 praktek kerja nyata sari program studi promosi kesehatan poltakeskemenkes Jakarta 3.

“Program ini kita laksanakan rutin setiap tahun di setiap angkatan di semester 7 dalam program perkuliahan kami,” ujarnya.

Di tahun 2017, imbuh dia, mahasiswa juga PKL di Desa Lemahduhur, namun saat itu dari prodi kebidanan, dan sekarang program studi promosi kesehatan poltakes 3.

BACA JUGA :  Guna Mendapat Tindakan Lebih Lanjut, Penderita Tumor Diserahkan ke Kemensos

“Studi promosi kesehatan Poltakes 3 ini ada 4 jurusan, jurusan kebidanan, jurusan keperawatan, jurusan fisiotherapi, dan teknik laboratorium medis, dan akan muncul lagi jurusan promosi kesehatan,” jelasnya.

Saat ini, posisi masih program studi dan kedepan akan menjadi jurusan sendiri dengan jurusan promosi kesehatan.

“Antusias masyarakat cukup bagus sekali karena memang kesehatan itu sangat diperlukan untuk masyarakat. Hari ini kita dikunjungi ketua jurusan, yaitu Eli. Lalu saya sendiri selaku prodi promosi kesehatan dan dosen-dosen pembimbing, kebetulan dosen pembimbing stay di sini dan bergantian masing-masing orang untuk mendampingi mahasiswa di 7 RW,” jelasnya.

Pihaknya juga mengajukan surat izin dinas kesehatan dan mengajukan ke desa.

“Biasa kalau sudah punya desa binaan kita diarahkan ke desa binaan dan alhamdulillah kita kerja sama dengan dinas kesehatan itu baik sekali, akhirnya kita tunjuk Desa Lemahduhur langsung dan disetuji sehingga bekerja sama dengan puskesmas,” paparnya.

Ia menjelaskan, jumlah mahasiswa sebanyak 83 dengan 2 ruang kelas.

“Kita akan terus laksanakan kegiatan ini. Nanti kita akan buat rekomendasi hasil temuan dan mudah-mudahan yang kami temukan dan yang belum sempat kami selesaikan akan kami rekomendasi untuk dilaksanakan aparat desa, masyarakat dan akan kita laporkan ke puskesmas dan dinas kesehatan bahkan ke kementerian kesehatan karena memang kita ini dibawah instansi negeri,” pungkas Doktor Safrudin. (Nurman/Vina)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor