0

BOGOR, INDONEWS | Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor menggelar rapat koordinasI angkatan ke-2 bersama Muspika Megamendung, Kamis hingga Jumat (30-31/5).

Kegiatan yang sama sebelumnya juga dilaksanakan bersama Muspika Cisarua angkatan 1.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan tata cara pencegahan dampak negatif keberadaan imigran gelap di daerah Puncak dan sekitarnya, yang meresahkan dan juga membahayakan negara.

Acara yang dilaksanakan di Aula Cahaya Village Resort dan Hotel Convention Jalan Raya Cibogo Puncak Nomor 2 Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung itu menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga dan instansi Kabupaten Bogor dan dihadiri ratusan undangan.

Plt Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bogor, Zaenal Azhari menjelaskan, kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya aparatur desa dan kecamatan tentang dampak negatif adanya imigran di wilayahnya.

Selain meningkatkan wawasan dan pemahaman soal imigran gelap yang berdampak negatif untuk lingkungan dan mensosialisasikan tata cara mengatasinya, kegiatan ini juga merupakan ajang meningkatkan koordinasi serta sinergitas para aparatur desa dan lembaga desa serta masyarakat lainnya.

BACA JUGA :  Bang Jali Ajak Masyarakat Dukung Jaro Ade di Pilbup Bogor 2024

“Kegiatan ini ajang silaturahmi dan juga mempererat sinergitas antar seluruh aparatur desa, kepala desa dan kecamatan serta lembaga lainnya,” tegasnya.

Menurutnya, sosialisasi peningkatan pemahaman dan pengetahuan para aparatur desa dan kecamatan diharapkan bisa meminimalisir dampak negatif adanya imigran, yang mana saat ini yang paling mencolok adalah maraknya praktik kawin kontrak.

“Adanya sosialisasi tata cara mendeteksi dini potensi ancaman keberadaan imigran yang ada di wilayah Kabupaten Bogor khususnya Kecamatan Megamendung ini bisa menurunkan angka pelanggaran yang dilakukan para imigran dengan upaya preventif dalam mengidentifikasi dan mengkoreksi apa saja yang menjadi potensi serta ancaman yang ditimbulkan imigran,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Komisi Fatwa MUI Kabupaten Bogor, Doktor H. Abdulohidin Mahidin mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai kegiatan sangat penting dilaksanakan karena wilayah Puncak dominan jadi tempat kedatangan imigran.

“Saya kira ini sangat penting karena memang puncak ini lingkungan wisata yang notabene dari berbagai mancanegara tertarik datang ke sini, tentu banyak juga pendatang-pendatang ilegal. Dan hal ini berpotensi membawa dampak negatif dari pada positifnya. Jadi harus dicegah siapa tahu para pendatang tersebut membawa budaya berbeda dengan kultur budaya kita serta bertentangan dengan norma-norma agama kita,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Jalankan Program Strategis, Bupati Bogor Gandeng KPK

Ia menilai sosialisasi peningkatan wawasan dan pemahaman tentang hal tersebut sangat penting dan bagian dari pengawasan control sosial oleh masyarakat.

“Sangat penting agar tidak mudah terpengaruh dampak negatif yang dibawa imigran ilegal tersebut,” tegasnya.

Masih kata Ustadz Abdulaziz, bahwa sepanjang yang ia ketahui, wilayah Puncak ini banyak potensi yang bisa mempengaruhi gaya hidup masyarakat ke arah negatif.

Bahkan ia sendiri pernah menemukan hal negatif oleh imigran, yakni dengan tidak mengindahkan norma agama yang  ada. Sementara budaya lokal sangat bertentangan dan melarang hal itu.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal pencegahan dan penanggulangan dampak negatif tersebut, dan kegiatan tidak hanya sekali, agar menjadi gerakan sehingga bukan hanya melihat tapi harus mampu mencegah. Upaya tersebut bisa mengantisipasi problem di masyarakat, sehingga tidak menyebar luas,” paparnya.

“Seluruh stakeholder harus bersatu terlibat dalam upaya meminimalisir dampak negatif tersebut dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dengan terus dikawal agar terus berkelanjutan dan tercapai,” tandasnya. (Hesty)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor