BEKASI, INDONEWS | Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terus mendorong upaya pencegahan stunting melalui serangkaian sosialisasi program bersama mitra kerja yang diselenggarakan di Desa Cikangkara, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Hal itu dalam rangka memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dalam masa pertumbuhan anak-anak, sekaligus tentang pencegahan stunting.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Drg. Putih Sari turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian kepada pihak yang turut serta dalam pencegahan stunting yang terjadi di wilayah Bekasi.
“Stunting adalah kondisi ketika seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan akibat kurang gizi sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Stunting juga menjadi masalah serius di Indonesia dan angka stunting di Indonesia masih tinggi. Ini berdampak negatif terhadap kualitas hidup anak-anak dan perkembangan mereka di masa yang akan datang. Maka dari itu, melalui acara ini, kami ingin melakukan pendampingan terhadap ibu yang memiliki balita ataupun balita sehingga angka stunting bisa menurun di wilayah ini,” ungkapnya.
Untuk membangun keluarga berkualitas, tambahnya, ada yang harus ditingkatkan. Pertama, meningkatkan kepersertaan KB, kesertaan mengendalikan kelahiran menggunakan kontrasepsi, atau mengendalikan kelahiran dengan mendewasakan usia pernikahan.
Kedua, meningkatkan kesertaan pembangunan keluarga, dan ketiga meningkatkan partisipasi masyarakat dibidang kependudukan.
Putih Sari juga menegaskan, bahwa BKKBN dan DPR RI terus dorong penurunan angka kasus stuntung dengan menggelar sosialisasi program pencegahan percepatan.
“Hal ini dalam rangka penguatan peran serta mitra kerja dan stakeholder dalam implementasi kegiatan prioritas pembangunan keluarga,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Della Aryati selaku Kepala Penata KKB Ahli Muda menjelaskan tentang Penguatan Peran Penyuluh KB dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Karena itu, diperlukan kerja bersama dari seluruh pihak untuk melakukan pencegahan dan melaksanakan program lawan kasus stunting, bahwa untuk angka stunting ada di angka 10,8%.
“Kami berharap angka ini bisa terus turun, maka diperlukan kerja sama dari seluruh pihak untuk melakukan penurunan kasus stunting,” katanya.
Della menambahkan, semua harus bekerja sama agar tercapai angka stunting yang ideal dengan cepat, serta adanya pendampingan secara baik dan untuk mencapai Indonesia Emas 2024.
Pada kesempatan sama, Ketua Dinas PPKB Kabupaten Bekasi, Cep Mamin menegaskan, bahwa BKKBN dan DPR RI terus mendorong penurunan angka kasus stunting dengan menggelar sosialisasi program pencegahan percepatan.
Hal ini dalam rangka penguatan peran serta mitra kerja dan stakeholder dalam emplementasi kegiatan prioritas pembangunan keluarga.
“BKKBN bersama ibu Dr. Putih Sari menjalankan tugas yaitu selalu memberikan sosialisasi tentang stunting kepada masyarakat dan berharap agar masyarakat dapat bekerja sama sehingga bisa bersama-sama melakukan percepatan penurunan angka stunting,” tegasnya.
Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk terus bekerja bersama dalam menurunkan kasus stunting. Maka dari itu, diperlukan pula program pemantauan pertumbuhan anak di berbagai daerah, dengan tujuan untuk mendeteksi dini anak-anak yang berisiko mengalami stunting. (Supri)





























Comments