0

BOGOR, INDONEWS – Menyikapi keresahan Warga Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Indonesian Corporate Social Responsibility Control Institute (Ketum DPP ICCI), Berto Tumpal Harianja meminta penegakkan hukum (gakkum) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan investigasi terkait aroma bau dari PT. PPLI yang dikeluhkan warga.

“DLH harus melakukan investigasi terkait dampak bau dari PT. PPLI yang dikeluhkan warga, dan juga tentang kompensasi yang dipertanyakan warga,” tegasnya.

Berto juga menanyakan, apakah dana CSR sesuai dengan laporannya atau masuk ke kantong pribadi?

“CSR nya juga patut diperjelas. Masuknya ke mana, direalisasikan atau tidak sesuai aturan?” tanyanya.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudi Susmanto meminta agar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) baru menunjukan taringnya.

“Saya minta Kadis DLH baru, bisa menyelesaikan persoalan terkait PPLI ini. Karena, masalah PPLI ini selalu muncul berulang-ulang. Jika sebelumnya dikeluhkan kaitan dampak limbah, dan sekarang juga ada muncul lagi. Nah, tentunya ini jadi tantangan buat Kadis DLH baru,” ucap Rudi Susmanto, kepada wartawan, Senin (11/12/2023).

BACA JUGA :  Parkir RSUD Cileungsi Dinilai Mencekik Leher, Dewan Pengawas dan Pihak Ketiga Bungkam

Rudi menjelaskan, dengan adanya rotasi jabatan yang baru bagi para kepala dinas oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, maka harus bisa menunjukan konsekuensinya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksinya).

Karenanya, penunjukan jabatan tersebut diharapkan bukan semata-mata karena kedekatan. Namun jabatan seorang kepala dinas yang baru, yang seharusnya bisa menunjukkan visi misi Pemkab dalam membangun Kabupaten Bogor.

“Pemkab Bogor dengan menunjuk jabatan para kadis, itu harus ada visi misi tentang kemajuan Kabupaten Bogor. Contoh seperti Kadis DLH yang baru yang sebelumnya pindahan dari PUPR, maka harus bisa menyesuaikan kinerjanya sesuai dengan jabatannya, dibidang permasalah lingkungan hidup,” tegasnya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor