BIREUEN, INDONEWS – Sebanyak 50 pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bireuen mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif dalam memasarkan produk di era digital yang digelar Disbudpar Aceh.
Acara berlangsung di Aula Hotel Fajar, Rabu (7/6/2023) dan diikuti 50 orang peserta sebagai pelaku ekonomi kreatif.
Pelatihan peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif dalam memasarkan produk di era digital di Kabupaten Bireuen.
Acara dihadiri Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh diwakili oleh Kabid Pengembangan Usaha Pariwisata dan Kelembagaan Disbudpar Aceh, Ismail S.Pd.
Dalam sambutanya, Ismail mengatakan, pelatihan dilakzanakan selama 2 hari mulai dari tanggal 7-8 Juni 2023. Jumlah peserta sebanyak 50 orang, seluruhnya dari pelaku usaha kreatif di Bireuen.
“Tujuan utamanya adalah bagaimana cara kita dapat mengetahui cara memasarkan produk di era digital,” jelasnya.
Selain itu, Disbudpar Aceh juga mengundang beberapa nara sumber sesuai materi masing-masing, diantaranya menciptakan produk dijual dengan harga mahal mengunakan berbagai versi kemasan dan masih banyak lagi materi-materi yang lainya diberikan dalam peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif dalam memasarkan produk di era digital.
Pelatihan dibuka langsung Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Bireuen, Muhammad Al-Mutaqin S.Pd., M.Pd., didampinggi Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ira Safhira SE.M.M dan Jailani S.Pd., M.Pd., sebagai Analis Kebijakan Muda Pada Bidang Parawisata dan Ekonomi Kreatif.
Dalam sambutanya, ia menjelaskan khususnya masyarakat Bireuen harus mampu menghasilkan berbagai produk kuliner Tradisional Aceh supaya bisa dipasarkan di era digital agar kuliner tersebut nantinya bisa lebih dikenal dan menerobos pasar mulai dari Kabupaten Bireuen, Propinsi Aceh maupun pasar internasional.
“Disamping itu, perlu diketahui bersama pada tahun 2024 mendatang kegiatan PON akan berlangsung di Propinsi Aceh, diperkirakan 10 ribu pendatang dari luar daerah akan datang berkunjung. Kemungkinan besar mereka menempuh perjalanan darat otomatis mereka melewati Kabupaten Bireuen. Jadi harapan dari Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Bireuen, Muhammad Almuttaqin S.Pd., M.Pd.,” jelasnya.
“Kita masyarakat Bireuen harus siap mencetak dan menjual berbagai kuliner baru chiri khas Bireuen kepada mereka demi meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucapnya. (Hendra)




























Comments