0

BEKASI, INDONEWS – Pembangunan Bening Boutiq Hotel dinilai menyalahi aturan. Pasalnya, mendirikan bangunan diatas kali, kawasan Perumahan Bening Indah, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi.

Hal itu pun disayangkan Ketua Gibas Pondok Gede, Sugiono. Menurutnya, pembangunan hotel tersebut dinilai sangat melanggar aturan karena mendirikan bangunan diatas sungai. Padahal hotel ini bersifat komersial.

“Pembangunannya bukan untuk kepentingan masyarakat, melainkan untuk kepentingan pribadi semata. Oleh sebabnya warga keberatan dengan akan dibangunnya penambahan bangunan hotel tersebut,” jelasnya, Sabtu (8/3/2023).

Sugiono menambahkan, pelanggaran membangun diatas kali ada dasar hukumnya. Kalaupun dipaksakan, seharusnya koordinasi dahulu kepada masyarakat setempat maupun kelurahan.

“Sementara ini kan tidak ada koordinasi. Warga pun sampai turun ke lokasi untuk memprotesnya. Padahal kan ada surat edaran untuk mengeksekusi, tapi di sini ada pihak Disataru (Dinas Tata Ruang) yang akan membongkar dan menyaksikan, tapi handlingnya tidak ada. Dan warga kecewa,” tambah Sugiyono.

Seharusnya, kata dia, pemilik hotel harusnya memberikan keterangan kepada lurah, camat, Ketua RW dan RT, serta warga sekitar bahwa pihak hotel minta waktu sampai selesai lebaran nanti.

BACA JUGA :  Runway Fisik dan Streaming Online JF3 Fashion Festival Hadir Kembali

“Jadi bukan pihak Distarunya, nah ini ada apa sih kira-kira? Sampai dari pihak disataru yang memberikan steatmen seperti itu. Saya sebagai Ketua Ormas Gibas melihat permasalahan tersebut penuh tanda tanya, Ada apa? Di satu sisi warga sekitar tidak mau menunggu lama sampai habis lebaran nanti,” paparnya.

Ia berharap agar dinas terkait, yaitu Distaru untuk tidak pandang bulu. Siapa pun dibelakangnya harus ikuti aturan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

“Kalau memang menyalahi aturan, tunggu apa lagi, harus digusur dan tidak perlu lama-lama lagi,” harapnya.

Sementara saat wartawan mengkonfirmasi pihak pemilik Bening Buotiq Hotel via WhatsApp terkait pelanggaran ini, pemilik Hotel tidak menjawab. Bahkan nomer HP wartawan tersebut diblokir. (Supri)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Ragam