0

ACEH TIMUR, INDONEWS – Ribuan masyarakat Aceh Timur antusias mengikuti dakwah Islamiah dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H yang diisi oleh H. Sudirman atau akrab disapa Haji Uma.

Acara tersebut diselenggarakan di Balai Pengajian Miftahul Bayan, Dusun Teumpeun, Desa Matang Kumbang, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (4/1/2023).

Selain penceramah Tgk Haji Uma, acara tersebut juga ikut dimeriahkan oleh Sulaiman atau sering dikenal Apalahu.

Prosesi acara dakwah dimulai sekitar pukul 20.30 WIB yang dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan kata sambutan dari Pimpinan Balai Pengajian Miftahul Bayan Tgk Amiruddin, Kepala Desa Matang Kumbang Saiful, Tokoh Pemuda Muhammad Furqan, S.Sosio dan hiburan dari Seniman Aceh Sulaiman (Apa Lahu) serta penyampaian materi dakwah dan pembacaan doa yang sekaligus menutup rangkaian acara oleh Haji Uma.

Di lokasi dakwah, warga yang hadir terkesan memang sudah menantikan kehadiran Haji Uma. Apalagi panitia pelaksana juga telah mensosialisasikannya jauh hari sebelum acara yang terlihat dari spanduk, stiker terpasang di warung-warung serta woro-woro di jalan raya oleh panitia.

BACA JUGA :  Khitanan Ahmad Muzami Dihadiri Mohammad Safriyanto, Bacaleg dari PAN

Di lokasi acara juga terpampang sepeda ontel khas Haji Uma yang sudah dihias oleh panitia di depan podium acara dakwah.

Sehingga masyarakat terlihat betah menunggu hingga selesainya acara dakwah jelang pukul 00.00 WIB, tidak terkecuali para anak-anak kecil dan ibu rumah tangga.

Di hadapan ribuan masyarakat yang hadir, Haji Uma dalam tausiyahnya mengajak masyarakat senantiasa mencontoh dan mencintai keteladanan Nabi Muhammad SAW 1444 H.

“Rasulullah adalah suri tauladan bagi kehidupan kita dengan ketaatan serta kesederhananya. Karena itu, hendaklah konsep hidup sehari-hari mengikuti rumus hidupnya Rasulullah SAW 1444 H,” ujar Haji Uma.

Haji Uma juga menjelaskan tentang sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H yang masa pemerintahan Sultan Salahudin Al Ayubi,  umat Islam terpecah karena perbedaan kenagaraan, suku dan aliran berbeda.

“Masa Salahudin menggelar perayaan Maulid Nabi secara besar-besaran dengan tujuan membangkitkan semangat umat Islam untuk bersatu kembali yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela Islam,” ungkap Haji Uma.

Pada penutup ceramah, Haji Uma mengapresiasi kekusyukan masyarakat Gampong Matang Kumbang, Kecamatan Simpang Ulim.

BACA JUGA :  Nasir Djamil Apresiasi Polda Aceh

“Semoga Allah SWT memberikan fahala dan mendapat syafaat kemudian hari,” ucap H. Uma.

Acara selesai sekitar pukul 00.00 WIB yang ditutup oleh Haji Uma sendiri dengan pembacaan doa. Kemudian Apa Lahu kembali menghibur ribuan jamaah diatas panggung. Setelah acaranya berakhirnya, para panitia serta warga berebut kesempatan untuk dapat berphoto bersama yang disambut dengan ramah dan canda oleh Haji Uma dan Apa Lahu. (Hendra

You may also like

Comments

Comments are closed.