0

SUMEDANG, INDONEWS – Rektor IPDN, Dr. H. Hadi Prabowo MM mengalami kecelakaan di Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), tepatnya di dekat GT Pamulihan, Rabu (30/11/2022) sekitar pukul 8.40 Wib.

Rencananya, Hadi akan menghadiri penutupan Bakti Karya Praja di Lingkungan IPP Kabupaten Sumedang. Hadi sendiri berangkat dari Jakarta menuju Sumedang via tol Purbaleunyi, kemudian masuk Tol Cisumdawu.

Menurut informasi yang dihimpun, setelah melewati Pamulihan, rombongan tidak mengetahui jika jalan tol seksi II dari Pamulihan sampai Sumedang masih ditutup, sehingga Patwal memutuskan belok arah (pindah jalur) dari jalur kiri ke jalur kanan bermaksud keluar tol Sumedang Kota.

Akan tetapi mobil Toyota Lexus yang dikendarai rektor bersenggolan dengan mobil patwal karena jaraknya terlalu dekat. Sehingga mobil rektor bersinggungan dengan mobil Patwal bagian belakang dan terbalik.

Sumber terpercaya mengatakan, Rektor IPDN sempat dilarikan ke rumah sakit dan acara penutupan BKP diwakili oleh wakil rektor.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Protokol, Laode Muhamad Alam Jaya membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, rektor IPDN dalam kondisi baik-baik saja dan hanya luka ringan.

BACA JUGA :  Ketua Serikat Buruh Sejati Kecam Penangkapan Ketum PPWI

“Mobilnya sempat terbalik (ban ke arah atas) tapi rektor tidak apa-apa, dan sekarang sedang istirahat,” ujarnya.

Hanya saja, imbuh Laode, dirinya tak mengetahui kronologisnya karena sedang tidak ada di TKP. Ia memastikan mobil dalam kondisi rusak.

“Mobil ya rusak, namanya juga kecelakaan. Tapi pak rektor enggak apa-apa,” tutupnya.

Sementara itu, pengamat jalan raya, Deni Hidayat mengatakan penggunaan jalan tol Cisumdawu di seksi II sampai III itu belum diresmikan atau belum dibuka untuk umum.

Ia pun mempertanyakan mengapa rombongan rektor bisa melintas jalur itu, padahal berisiko tinggi seperti kecelakaan lalu lintas.

Deni sangat menyayangkan pengamanan dan pengawasan pengelola jalan tol yang membiarkan rombongan IPDN itu melintas ke jalan tol yang belum diresmikan.

“Ini kan jadi pertanyaan, kenapa tol yang belum dibuka bisa dilalui? Meskipun oleh pejabat, tapi kan faktor keselamatan lebih penting,” ujarnya.

Deni mengaku tidak habis pikir kenapa rombongan bisa lalu lalang ke tol Cisumdawu seksi II dan III. Bahkan berdasarkan informasi yang ia himpun, rombongan tidak hanya satu mobil, tetapi beberapa mobil pengiring di belakang rektor.

BACA JUGA :  Diduga Lupa Matikan Kompor, 4 Ruko dan Satu Kontrakan Ludes Terbakar

“Informasinya ya sudah masuk tol seksi II, padahal Kementrian PUPR belum meresmikan. Kenapa bisa dilalui. Ini ada apa?” tanyanya.

Sumber lainnya mengatakan, mobil rektor terguling beberapa kali, sehingga kondisi mobil ringsek di beberapa bagian. Mobil Lexus keluaran termahal itu pun langsung dibawa mobil derek towing ke arah Bandung. (yad)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Peristiwa