0

LAMPUNG UTARA, INDONEWS – Jalan Poros di Desa Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan, Lampung Utara (Lampura) menjadi akses satu satunya masyarakat setempat.

Saat ini kondisi jalan mengalami kerusakan cukup serius, sehingga derdampak besar terhadap kemajuan desa dan perekonomian masyarakat.

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Lampung Utara H. Ardian Saputra, S.H., saat kunjungan kerja (kunker) ke Dusun 5, Desa Ketapang, Kamis (24/11/2022).

“Saya selaku pemerintah daerah akan memperbaiki jalan poros di Desa Ketapang ini untuk mensejahterakan masyarakat,” kata wabup.

Menurut wabup, hal ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Lampung Utara untuk mewujudkan pembangunan sesuai dengan harapan dan impian masyarakat demi terciptanya rasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktifitas kehidupan sehari hari.

Wabup mengakui, pembangunan di Lampura 2 tahun belakangan tersendat dampak dari Covid-19. Namun, di tahun mendatang pemerintah daerah berupaya untuk melaksanakan pembangunan yang merata di seluruh wilayah demi kemajuan daerah berjuluk Bumi Ragem Tunas Lampung.

“Mudah-mudahan impian masyarakat ingin menikmati jalan yang baik untuk kelancaran roda perekonomian akan di wujudkan di tahun 2023 mendatang,” ujar wabup.

BACA JUGA :  Dani Ramdan Menaruh Asa Kontingen Jambore Dunia Ke-25 di Korsel Harumkan Nama Kabupaten Bekasi

Pada kesempatan yang sama, salah satu perwakilan dari masyarakat Desa, M. Yamin berharap jalan poros di Desa Ketapang segera diperbaiki.

“Saya mewakili masyarakat Desa Ketapang meminta kepada pemerintah daerah memperbaiki jalan poros tersebut, demi kesejahteraan masyarakat yang mayoritas usahanya di bidang pertanian dan perkebunan agar hasil bumi dapat dikeluarkan dengan lancar dan aman,” kata M. Yamin Aria.

Menurut dia, sejak dibangunnya jalan tersebut di tahun 2012 lalu dan saat ini sudah mengalami kerusakan cukup parah. Karena itulah, perbaikan di jalan poros di Desa Ketapang menjadi impian masyarakat agar kedepan bisa merasakan inftrastruktur jalan yang baik dan aman. Selain itu juga, mengeluarkan hasil pertanian masyarakat pun tidak mengalami kesulitan seperti di rasakan selama ini.

Tidak hanya itu, M. Yamin juga menambahkan bahwa masyarakat khususnya petani singkong mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk menstabilkan harga jual singkong serta mencari solusi untuk menekan kenaikan harga pupuk yang mengalami kenaikan cukup tinggi.

“Kami ingin pemerintah daerah dapat mencarikan solusi terbaik untuk kesejahteraan bagi kami para petani singkong. Sebab, kemajuan suatu daerah itu, bergantung juga terhadap para petani,” tandasnya. (Andre)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pemerintahan