SERANG, INDONEWS – Sejumlah siswa SDN Lontar 02 Tirtayasa, Kabupaten Serang Banten harus rela belajar dalam kondisi memprihatinkan. Mereka melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tanpa bangku dan kursi. Bakhan, tanpa alas tikar.
Persoalan yang dihadapi SDN Lontar 02 Tirtayasa ini membutuhkan perhatian serius Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten.
Meski dengan kondisi demikian, namun hal tersebut tidak menjadi sebuah hambatan dalam menjalankan KBM. Para guru dan siswa terus melakukan aktivitas sebagaimana mestinya.
Akan tetapi, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan, harus ada tindakan positif, terutama dari pihak organisasi perangkat daerah, termasuk Disdik Bidang Sarana Dan Prasarana (Sarpras).
“SDN Lontar 02 sejak lama kekurangan ruang belajar (rombel) dan ruang kelas. Dan yang sangat memprihatnikan untuk KBM kelas 2, mereka rela duduk di hamparan keramik, tanpa adanya alas. Namun mereka tetap semangat dalam KBM,” ungkap Kepala SDN Lontar 02, H. Abdul Majid S.Pd., kepada Media-Indonews, di ruang kerjanya, Rabu (19/10/2022).
Saat ini, terang Majid, proses KBM yang dilakukan kelas 2 tersebut memanfaatkan bekas rumah dinas (rumdin) guru yang sudah tidak difungsikan, sehingga kondisinya sudah tak layak huni.
“Dengan partisipasi dan kebijakan para dewan guru, akhirnya tempat tersebut difungsikan guna proses KBM,” tegas Abdul Majid.
Kondisi ini, tutur Majid, mengundang antusias masyarakat yang memuji kesabaran SDN Lontar 02 meski belajar dengan penuh keterbatasan. Para dewan pendidik atau guru dengan penuh ikhlas dan legowo menjalankan KBM dengan baik demi kemajuan sekolah.
“Saat ini SDN Lontar 02 memiliki anak didik sekitar 150 orang dengan tenaga guru PNS 2 orang guru, kemudian honor 6 orang ditambah operator dan penjaga sekolah,” jelasnya.
“Sementara ruang kelas ada 5, seharusnya 6 ruang kelas. Jadi membutuhkan 1 ruang kelas lagi. Kami berharap kepada pemerintah agar mendengar keluhan dan segera merealisasikannya,” pungkas Majid. (A. A. Rochim S/Yani Sumiati)



























Comments