0

BONDOWOSO, INDONEWS – Kota Tape adalah sebutan yang sangat familiar di pendengaran atau telinga masayarakat Kota Bondowoso, khususnya serta pelancong yang melintasi Kabupaten Bondowoso tidak lupa untuk mencicipi produk tape serta menjadi buah tangan yang melintasi Kota Bondowoso.

Namun dengan seiringnya waktu berjalan Tape Bondowoso terkikis oleh produk lain. Senhingga para produk olahan tape memutar otak untuk bagaimana cara bertahannya olahan tape tidak kalah tetap berjalan bagi mana mencuri simpatisan atau pengemar tape.

Rahmat Hidayat, salah satu pemuda Desa Kerang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur yang selama 10 ini mengelola produk rumah ini dengan sabar serta mengutamakan tape berkualitas ungulan dan baik. Ia tak pantang mundur meski tape digempur produk-produk olahan rumah lainnya.

“Kegigihan hidayat mengelola olahan tape harus mampu memutar otah untuk menarik perhatian pelangan agar tidak melupakan olahan rumah ya itu tape,” katanya.

Menurut Hidayat, pembuatan tape ini memang sangat mudah, namun dibalik kemudahan tersebut dibutuhkan ketelitian dalam membuat tape yang berkualitas baik.

BACA JUGA :  Bertemu Presiden Jokowi, BaraJP NTT Sampaikan Aspirasi Masyarakat

Adapun proses pembuatan tape sebagai berikut, bahan baku utamaya singkong, selanjutnya singkong dikupas terlebih dahulu lalu di cuci dengan air yang mengalir, setelah itu kukus sehingga singkong masak. Setelah itu didinginkan dan diberi ragi. Lalu, bahan baku didiamkan di ruang tertutup agar olahan singkong  tersebut menjadi olahan tape berkualitas baik.

Dalam pengerjaan olahan tape Hidayat tidak sendiri namun dibantu beberapa karyawannya yang memanfaatkan warga sekitar untuk bisa membatu perekonomian dan menunjang kehidupan lebih mandiri. Serta tape diberi nama Tape Tiga Bintang terletak di Desa Kerang Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur yang digeluti selama 10 sampai saat ini. (edi/imam)

You may also like

Comments

Comments are closed.