0

SERANG, INDONEWS – Dalam rangka mendukung dan meningkatkan taraf  hidup yang lebih baik, Pemerintah Desa (Pemdes) Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang meluncurkan program Pengelolaan Bank Sampah Digital (PBSD).

Program ini untuk mendorong sumber penghasilan bahkan bisa membantu kebutuhan pokok sehari-hari, di tengah krisis ekonomi yang serba mahal.

Kades Domas, Ukon Hidayat berupaya mencari terobosan dan ide-ide signifikan, sehingga gagasan tersebut bisa diserap kalangan masyarakat, terutama warga yang tidak memiliki pekerjaan menentu, penghasilan pas-pasan.

“Program ini pun disambut antusias masyarakat. PBSD memberikan manfaat juga  peluang usaha yang lebih menjanjikan. Walaupun tidak memuaskan, namun cukup untuk buat kebutuhan serta mengurangi beban kebutuhan rumah tangga, menuju masa depan lebih baik,” kata Ukon, di ruang kerjanya, belum lama ini.

Menurutnya, dengan adanya PBSD menunjukkan bahwa yang tidak biasa menjadi biasa, bahkan menjadi sebuah sumber penghasilan ekonomi.

Ia sebagai Kepala Desa Domas mengaku sangat memiliki keinginan dan cita-cita untuk mengatasi sampah liar maupun di lingkungan masyarakat yang menjadi sebuah catatan dan sorotan publik.

BACA JUGA :  DPD IWO-Indonesia Tangerang Audiensi ke Bapenda

“Bagaimana caranya agar sampah  tersebut teratasi dengan baik. Kami mengajak seluruh masyarakat agar memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan. Dengan adanya kader Mawar Desa yang bekerja sama dengan pihak Pemdes Domas terbentuk pengelolaan sampah,” katanya.

Selain itu, imbuhnya, banyak sekali keuntungan-keuntungan  ketika masuk menjadi anggota bank sampah (BS). Sampah yang biasa dibuang, dianggap tidak ada nilainya, maka bisa dijadikan uang, atau sumber penghasilan ekonomi yang sangat menjanjikan.

Ukon berharap PBSD yang digagas oleh PD Aisiyah Kabupaten Serang melalui Kades Mawar Desa Domas masyarakat bisa termotivasi dan bergerak untuk mengatasi, sampah di wilayah

“Solusi seperti ini akan menjadi sebuah kenyataan untuk bisa nabung, bayar pajak dan token. Atau kebutuhan yang keterkaitan dengan rumah tangga,” katanya.

Ia menyarankan masyarakat yang memiliki plastik, berbagai bentuk botol, bekas minyak goreng yang dianggap layak untuk dijual agar diserahkan ke petugas BS.

“Nanti barang bekas tersebut ditimbang, hasilnya diterima pemilik dan disediakan buku tabungan bank sampah sesuai nominal yang dimasukin ke buku tabungan bank sampah atau BTBS,” pungkasnya. (A. Abdurrochim S/Yani Sumiati)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Banten