0

BOGOR, INDONEWS – Akvifis sekaligus Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Lembaga  Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara), Romi Sikumbang angkat bicara terkait tidak tersedianya Vaksin Anti Rabies di tiga rumah sakit besar di Bogor Timur.

“Masa sekelas rumah sakit pemerintah, RSUD Cileungsi tidak menyediakan vaksin anti rabies seperti dikeluhkan warga Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang anaknya digigit kucing liar beberpa hari lalu,” ujar Romi, pada wartawan, Sabtu (27/8/2022).

Menurutnya, kelangkaan ini menjadi bukti Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor yang membidangi tentang kesehatan masyarakat lalai dalam pengawasan, dan semestinya Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mensosialisasikan kepada setiap rumah sakit.

“Gak kebayang seandainya waktu itu warga yang akan berobat sedang sekarat, ketika sampai rumah sakti obatnya tidak ada, mungkin bisa fatal akibatnya. Dinkes juga harus bertanggung jawab atas kejadian ini, sejauh mana pertangungjawabannya dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ucapnya.

“Mirisnya lagi, tiga rumah sakit yang didatangi oleh korban tidak bisa memberikan informasi kepada pasien harus kemana ketika pihaknya tidak bisa memberikan pelayanan dimaksud agar pasien cepat mendapat penanganan maksimal,” tambah Romi.

BACA JUGA :  Denny Achmad Jadi Kajari, Bupati Bogor Apresiasi Pengabdian Irwanuddin

Romi meminta Ketua Komisi IV menegur dinkes agar memperbaiki pelayanan. Jangan sampai karena alasan jarang kasus warga yang terjangkit atau terkena rabies sehingga diRSUD Cileungsi tidak menyediakannya.

“Seharusnya Ketua Komisi IV meminta kepada dinkes tentang regulasi bagaimana cara masyarakat agar bisa mendapatkan obat tersebut sehingga bisa disosialisasikan  oleh dinkes pada masyarakat, sehingga tidak terjadi kasus warga kesulitan ketika ada kasus begitu lagi,” kata Romi.

Ia juga berharap kasus warga kesulitan dalam mencari obat di rumah sakit baik pemerintah maupun swasta tidak terjadi lagi.

“Saya harap kasus ini tidak terjadi lagi, baik di rumah sakit pemerintah ataupun swasta ketika masyarakat ingin berobat, obatnya tidak ada,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bogor, drg. Mike Kaltarina saat dikonfirmasi wartawan tidak menjawab.

Untuk diketahui sebelumnya, Ketua Komisi IV, Muad Khalim berjanji akan meminta dinkes untuk menyediakan obat anti rabies di Bogor Timur, tidak hanya di satu tempat.

“Saya akan meminta pihak dinkes untuk mengalokasikan lagi vaksin tersebut di Bogor Timur, bukan hanya ada di puskesmas Citeureup tapi puskesmas lainnya yang ada di wilayah Bogor Timur, karena Puskesmas Citeureup bukan masuk Bogor Timur,” katanya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor