0

SUKABUMI, INDONEWS,- Kepala Puskesmas Cicurug, Kabupaten Sukabumi, dr. Nina Suminarsih menyebutkan, kasus penderita Demam Berdarah (DBD) saat ini sedang meningkat.

Memasuki musim penghujan tentunya masyarakat harus waspada dan menjaga pola hidup bersih dan sehat. Dalam hal ini, apakah Anda tahu cara untuk melakukan pencegahan supaya nyamuk aedes aegypti tidak berkembang biak? Mari simak paparan Kepala Puskesmas Cicurug.

“Nyamuk itu mencium alias menusuk, bukan menggigit dan jangan sampai ke-jomblo-an mu membuatmu rela dicium,” tegas Kapus Cicurug, setengah bercanda.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit DBD adalah munculnya bintik merah pada kulit,muntah, nyeri sendi/otot, diare, demam tinggi dan sakit perut.

“Siklus yang dialami pasien DBD dimulai pada hari pertama, yakni 1-3 fase demam tinggi dan akan terjadi dehidrasi ringan. Hari ke 4-5 adalah fase kritis dan akan terjadi kebocoran plasma. Yang terakhir hari ke 6-7 adalah masa penyembuhan,” jelasnya.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah mengkonsumsi minuman yang mengandung elektrolit, makanan yang bergizi, serta  terakhir lakukan istirahat dan tidur yang cukup bagi si penderita.

BACA JUGA :  PPDB Tahun 2022 di SMPN 1 Cicurug Usai

“Untuk melakukan pencegahan penularan bisa dilakukan dengan langkah awal. Seperti halnya menerapkan prinsip 3M, yaitu menutup penampungan air, menimbun/mengubur barang bekas, dan menguras bak mandi secara rutin,” tukasnya. (Yahya/ndi)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Sukabumi