0

BANDUNG, INDONEWS | Pernah dengar Treelogy? Inovator pertanian regeneratif ini membawa kebanggaan baru bagi Indonesia di kancah internasional dengan mengangkat derajat daun kelor lokal.

Berakar pada inovasi yang berpijak pada etika, Treelogy mengubah daun kelor atau moringa yang dulu dianggap sekadar tanaman pekarangan menjadi bahan nutrisi bernilai tinggi untuk kesehatan dan perawatan kulit.

Falsafahnya sederhana yaitu memulihkan kesehatan manusia melalui kebijaksanaan alam, dengan regenerasi pertanian sebagai metode sekaligus cara pandang.

Bagi Treelogy, wellness sejati tidak bisa dipisahkan dari keseimbangan ekologis. Di saat banyak produsen mengejar efisiensi dan produksi cepat, Treelogy memilih ritme yang lebih lambat namun penuh kualitas, menghargai martabat manusia, dan menjaga harmoni dengan bumi.

Pendekatan ini selaras dengan filosofi Bali, Tri Hita Karana harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas yang diterapkan dalam setiap langkah, mulai dari pengelolaan tanah hingga pemberian upah yang adil.

Salah satu praktik khas Treelogy adalah metode panen manual moringa. Setiap daun dipetik dan dipisahkan secara teliti oleh perempuan lokal dengan kecepatan sekitar 65 gram per jam.

BACA JUGA :  BPKD Bireuen Perkuat Kepatuhan Pajak Daerah Berbasis Database E-PAD

Proses ini memastikan setiap batch benar-benar murni, bebas batang, dan kaya nutrisi. Setelah panen, daun dikeringkan pada suhu 38 °C selama 22 jam, metode yang dirancang untuk mempertahankan fitonutrien tanpa tambahan bahan kimia atau panas berlebih.

Seluruh proses dilakukan di fasilitas Treelogy di Bali Timur yang telah berlisensi BPOM serta tersertifikasi ISO, GMP, dan HACCP. Sistem produksi terintegrasi ini memberikan kontrol penuh dari kebun hingga kapsul akhir, menjamin konsistensi kualitas di setiap tahap.

Lebih dari sekadar brand, Treelogy bergerak sebagai gerakan regeneratif yang memperbaiki kualitas tanah, memberdayakan komunitas lokal, dan memulihkan keseimbangan jangka panjang.

Model ini dibangun di atas tiga pilar utama yakni People Care, Earth Care, dan Future Care. Melalui People Care, pekerja menerima upah 36,9 persen di atas UMR, sebuah langkah yang mengukuhkan martabat profesi pertanian, terutama bagi perempuan Bali.

Earth Care diwujudkan melalui penggunaan kompos organik, penampungan air hujan, serta praktik mengurangi pemadatan tanah. Sementara itu, Future Care dijalankan lewat inkubator regeneratif untuk berbagi pengetahuan kepada petani di seluruh Indonesia.

BACA JUGA :  Kepala BPN Bireuen Hadiri Rapat Koordinasi Milad GAM

Pendekatan berbasis nilai ini sejalan dengan preferensi konsumen muda global. Riset menunjukkan lebih dari 70 persen Milenial dan Gen Z memilih brand yang autentik, transparan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan nilai yang dijalankan Treelogy dalam praktik nyata, bukan sekadar pemasaran.

Treelogy menawarkan dua lini produk unggulan yakni bubuk dan kapsul moringa organik untuk energi dan imunitas sehari-hari, serta minyak biji moringa cold-pressed untuk kesehatan kulit dan penuaan sehat.

Hal ini juga mencatat sejarah setelah menjadi yang pertama di Indonesia memperoleh izin BPOM untuk memproduksi kapsul moringa murni sebagai obat herbal tradisional.

Langkah ini mendorong industri herbal nasional menuju standar yang lebih tinggi. Setiap gram produk Treelogy membawa jejak traceability, ketelitian, dan sentuhan manusia.

Semua produk Treelogy telah mengantongi sertifikasi USDA Organic, EU Organic, SNI Organic, Halal, GMP, HACCP, dan ISO, menegaskan integritasnya dari benih hingga rak toko.

Kehadiran Treelogy juga selaras dengan lonjakan pasar global dimana industri moringa bernilai USD 8.96 miliar pada 2024 dan diproyeksikan mencapai USD 18.2 miliar pada 2030, sementara sektor herbal Indonesia diprediksi menembus USD 25.4 miliar pada 2033.

BACA JUGA :  Kapolres Bireuen Cek Keamanan dan Kebersihan Ruang Tahanan

Ini bukti bahwa inovasi Indonesia mampu bersaing secara global tanpa kehilangan akar budaya dan etika. Tidak hanya menjual moringa, Treelogy membangun gerakan menuju gaya hidup regeneratif tempat sains, etika, dan kesehatan berjalan seimbang.

“Misi kami adalah mengembalikan peran Indonesia dalam industri wellness global bukan melalui skala, tetapi melalui integritas,” ujar Founder dan CEO Treelogy Sacha Aguila kepada wartawan.

“Dengan menjaga moringa (daun kelor) tetap bebas batang, dipanen saat fajar, dan dikeringkan pada 38 °C, kami mempertahankan nutrisi alaminya,” tuturnya melanjutkan.

“Bagi kami, wellness adalah regeneratif menyehatkan tubuh, memperkuat komunitas, dan memulihkan harmoni antara manusia dan alam,” kata Sacha. (*rls)

You may also like

Comments

Comments are closed.