0

BEKASI, INDONEWS – Sejumlah saluran air yang terintegrasi dengan sungai-sungai di Kabupaten Bekasi status dan kondisinya butuh penanganan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait.

“Saya akui memang belum dalam keadaan baik. Kondisinya ada yang status nya tercemar berat, sedang hingga ringan,” tutur Donny.

Saat ini, pihaknya belum bisa membeberkan dan mengungkap para pelaku pencemaran lingkungan yang tega membuat kualitas air di 18 sungai di bumi Swatantra Wibawa Mukti ini tercemar.

Menurutnya, dari segi penataan lingkungan sejak warisan nenek moyang sudah harus dilakukan pembenahan secara komprehensif yang dilakukan dengan sejumlah metode khusus untuk kembali menata sungai-sungai tersebut.

“Kebetulan saya baru beberapa bulan menjabat. Namun dalam hal ini bukannya menjadi alasan apabila tidak bisa melakukan perbaikan dalam penataan lingkungan dan membuat kualitas air bisa lebih baik,” katanya.

Adanya 18 sungai yang berada di wilayah kawasan Industri terbesar se-Asia tenggara ini, ia tak menampik adanya para pelaku pencemaran lingkungan itu yang diklasifikasi dari tiga aspek sumber pencemaran.

BACA JUGA :  Sekda Kabupaten Bekasi Ingatkan Penyusunan LKPJ Secara Teliti

Yakni di kawasan industri, industri diluar kawasan, dan limbah air domestik atau rumah tangga.

“Tapi saya belum mau menuding. Sebab dalam hal ini harus dengan data dan bukti yang lengkap. Saat ini tim kami sudah turun kelapangan untuk menindaklanjuti,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berencana membentuk sejumlah komunitas yang peduli akan lingkungan yang di isi dari para pelaku usaha dan pelaku industri.

Kemudian, terkait lingkungan akan menjadi tanggung jawab semua pihak, di antaranya pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.

Kendati jika mengacu data dari Dinas Perizinan, ungkap Donny, ada tujuh ribu perusahaan industri yang letak lokasi keberadaan nya berada di Kabupaten Bekasi.

Ia miris melihatnya hanya saja jika dilihat secara skala luas, perusahaan yang baru mengantongi dokumen terkait lingkungan hanya sekitar 2500an ribu perusahaan yang berada di Kabupaten Bekasi.

Bicara lingkungan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi di Kabupaten Bekasi.

“Jadi memang banyak PR yang harus saya lakukan. Dan dengan melibatkan komunitas pecinta lingkungan dan perusahaan beserta pemerintah. Saya meyakini hal ini salah satu upaya untuk memperbaiki lingkungan lebih baik,” ungkapnya. (adv/hen)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Adventorial