0

BIREUEN, INDONEWS | Dalam dunia jurnalistik, prinsip keberimbangan adalah harga mati. Namun, ketika prinsip itu dilanggar, tak hanya citra media yang tercoreng, tapi juga rasa keadilan bagi mereka yang menjadi objek pemberitaan.

Inilah yang dirasakan oleh pihak ketiga, pengelola resmi perparkiran di Kabupaten Bireuen, menyusul pemberitaan salah satu media online yang dinilai sepihak terkait keluhan seorang juru parkir.

“Kami sangat menyesalkan pemberitaan yang tidak memuat sisi kami. Tidak ada konfirmasi, tidak ada klarifikasi, langsung dimuat begitu saja. Ini jelas menyalahi etika jurnalistik yang mengutamakan cover both sides,” ujar perwakilan pihak ketiga, Minggu (4/5/2025), yang enggan disebutkan namanya.

Pihaknya mengklarifikasi bahwa setoran harian sebesar Rp100.000 yang disebut memberatkan, sejatinya bukan dibebankan kepada satu orang juru parkir.

Setiap titik parkir dijaga oleh dua orang petugas yang bekerja bergiliran (shift), dan sistem ini telah berjalan atas dasar kesepakatan bersama sejak awal kerja sama dimulai.

“Tidak ada paksaan. Ini hasil musyawarah antara kami dan para juru parkir di 13 titik lokasi. Setoran itu dibagi dua, dan semuanya sepakat. Bahkan kontrak kerja kami sah, diikat secara resmi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bireuen,” tegasnya.

BACA JUGA :  Air Sungai Batang Hari Meluap Sejumlah Rumah Warga Mulai Tergenang

Ia juga menyayangkan langkah salah satu juru parkir yang memilih menyuarakan keluhannya ke media tanpa lebih dulu melakukan komunikasi dengan pihak pengelola. Menurutnya, penyelesaian persoalan seharusnya ditempuh lewat dialog, bukan diumbar ke publik tanpa penelusuran data yang utuh.

“Kami selalu terbuka. Jika ada masalah, mari bicarakan. Tapi ketika keluhan dilempar ke media tanpa koordinasi, yang rugi bukan hanya kami, tapi juga kepercayaan publik terhadap sistem yang sudah berjalan baik selama ini,” katanya.

Sikap bijak juga ditunjukkan oleh Sofyan Yusuf, seorang juru parkir senior yang telah lebih dari dua dekade menjalani profesinya.

Ia mengaku tak pernah merasa keberatan dengan sistem yang berlaku, meski di lapangan kerap menghadapi tantangan, mulai dari cuaca ekstrem hingga kondisi jalanan yang tak bersahabat.

“Selama ini saya tetap setor seperti biasa. Tak peduli hujan, panas, atau sepi pengunjung. Ini komitmen, dan kami semua sudah sepakat dari awal. Saya heran kalau ada yang mengeluh, tapi tidak langsung bicara dengan pihak pengelola,” tutur Sofyan dengan nada datar namun penuh makna.

BACA JUGA :  Pj. Gubernur Aceh Ikuti Senam Pagi Bersama

Ia menambahkan, keharmonisan kerja sama yang telah terjalin bertahun-tahun seharusnya dijaga, bukan diganggu oleh keluhan yang tidak ditempatkan pada saluran yang tepat.

Klarifikasi ini menjadi cermin penting bagi media untuk tetap mengedepankan akurasi dan etika dalam pemberitaan. Sebab, satu informasi yang tidak utuh bisa menjadi bara dalam sekam yang membakar kepercayaan dan menyulut polemik tak perlu.

“Kami tidak anti kritik, tapi lakukanlah dengan cara yang benar dan bertanggung jawab. Jangan jadikan media sebagai senjata sepihak. Jadikan ia jembatan kebenaran,” tutup pihak ketiga. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.