0

LAMPUNG UTARA, INDONEWS Janji bantuan PKH untuk warga miskin nyatanya belum dirasakan semua orang. Di Kelurahan Tanjung Aman, Kotabumi Selatan, warga yang hidup pas-pasan justru mengaku dicoret dari daftar penerima.

Puadi (42) salah satunya. Warga Jalan Hi. Asni ini bingung karena bantuan PKH yang dulu ia terima tiba-tiba berhenti. Padahal, kondisi ekonominya masih sulit dan ia juga punya keterbatasan fisik.

“Saya masih butuh. Kenapa malah dihapus?” katanya.

Sementara salah satu pendamping PKH, Alifia mengatakan, pendamping tidak punya kuasa untuk menambah atau mencoret nama penerima.

“Semua keputusan ada di musyawarah desa.  Baru setelah itu operator kelurahan yang input ke sistem SIKS-NG,” jelasnya.

Artinya, imbuh dia, jika nama warga tidak diusulkan atau dicoret saat rapat desa, maka otomatis hilang dari sistem tanpa bisa diubah pendamping.

Di sinilah masalahnya. Lemahnya validasi data di tingkat kelurahan membuat bantuan salah sasaran. Warga yang benar-benar butuh malah terlewat. Sementara warga yang dinilai mampu masih tetap tercatat sebagai penerima.

BACA JUGA :  Anggota Fraksi Golkar Hj. Yuslita Sumartini Bilqis Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Sumedang
Kecemburuan Sosial

Masyarakat kini mendesak Dinas Sosial Lampung Utara untuk turun ke lapangan dan mengecek langsung kondisi warga. Jangan hanya mengandalkan data di atas kertas.

Pendamping juga memberi jalan: warga yang belum dapat bantuan bisa segera melapor ke  operator kelurahan agar namanya diusulkan lagi di musyawarah berikutnya. (rds)

You may also like

Comments

Comments are closed.