0

BOGOR, INDONEWS – Video pemukulan yang diduga seorang anggota TNI sekaligus anak Kepala Desa (Kades) Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sempat viral di media sosial.

Dalam video terlihat dua orang anak muda tidak memakai baju sedang berguling- guling dan dicambuk oleh seseorang yang memakai kaos warna hitam. Menurut Informasi, lokasi kejadiannya di depan rumah kepala desa.

Atas video tersebut, awak media mengkonfirmasi Kepala Desa Mekarsari, Nasih melalui WhatsApp. Ia pun meminta wartawan menanyakan langsung kepada anaknya.

Dirinya juga memprotes berita dugaan pemukulan tersebut yang sudah tayang sebelum mengkonfirmasi.

Sementara secara khusus, pada pemberitaan di media-indonews.com, agar berita tetap layak saji, tidak ditulis nama desa maupun inisial pelaku. (Baca: Video Diduga Oknum TNI Sekaligus Anak Kades Pukuli Pemuda Sempat Viral di Bogor – link: https://media-indonews.com/video-diduga-oknum-tni-sekaligus-anak-kades-pukuli-pemuda-sempat-viral-di-bogor/)

“Kok sudah dimasukin berita baru diminta tanggapan. Harusnya konfirmasi dulu, baru masukin berita. Tanya saja (dugaan pemukulan, red) sama anak saya,” ujar Nsih, Senin (18/4/2022).

BACA JUGA :  Video Ibu Aniaya Balita di Lampung Utara Viral, Pelaku Ditangkap Polisi

Nasih pun dimintai komentar mengenai didirnya selaku kepala desa, bahkan tempat kejadiannya diduga di depan rumahnya, lalu tindakan pencegahan apa yang dilakukannya. Kemudian ditanya apakah dibenarkan orang melakukan main hakim sendiri, serta apa upaya kepala desa dalam mencegah hal itu, Nasih hanya mengirim nomor kontak anaknya, bernisial E.

Namun selang beberapa menit, pesan pengiriman kontak itu dihapus kembali oleh Kepala Desa, Nasih.

Selanjutnya kepala desa ditanya apa penyebab hingga terjadi dugaan pemukulan tersebut, ia tidak menjawab banyak.

Juga ketika ditanya kapan bisa dikonfirmasi secara langsung untuk menghindari infoormasi liar, dan demi pemberitaan yang berimbang, Nasih malah mengirim nomor kontak wartawan, dan menyuruh tanya langsung kepada wartawan tesebut. Ia mengaku wartawan tersebut tahu segalanya.

“Tanya saja sama mas Udin (wartawan yang kontaknya ia kirimkan, red). Dia sudah tahu kronologisnya. Dari A sampai Z,” katanya.

Ditanya kenapa konfirmasi awak media dilempar ke orang lain, padahal kepala desa ddalah leading sektor, ia tidak lagi menjawab.

BACA JUGA :  Begal Motor Di Bermodal Senpi Mainan Nyaris Diamuk Massa DiWanaherang

Danramil Cileungsi, Mayor Inf. Chusnun Anwarudin saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, juga belum menjawab. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Peristiwa