0

BOGOR, INDONEWS — Peristiwa ribuan ikan mati di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat membuat geger. Hal ini diduga karena aliran sungai tersebut tercemar limbah bahan beracun dan berbahaya (B3),Kamis (6/4/2023).

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Trinugraha Hidayat membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku akan turun untuk melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut.

“Kami bersama Pemerintah Desa Bojong Kulur dan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup melakukan penyelidikan awal penyebab matinya ribyan ikan,” jelasnya, Sabtu.

Usai melakukan penyelidikan, sambung Bayu, pihaknya baru bisa menentukan penyebab kejadian tersebut.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, polsek baru dapat menentukan langkah selanjutnya,” katanya.

Di tempat terpisah, Kasi Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Uli Sinaga mengkua telah turun ke lokasi untuk mengetahui lebih jelas penyebab kematian ikan.

“Tadi kita sudah ke lokasi bersama UPT Labling DLH Kabupaten Bogor,” katanya.

Selain itu, DLH telah mengambil sampel di kolam ikan milik seorang warga bernama Dede, di Desa Bantar Jati, Kecamatan Klapanunggal dan di sungai Cikarang pertemuan menuju sungai Citeureup.

BACA JUGA :  Melawan Pencuri, Nenek 67 Tahun Babak Belur dan Patah Gigi

“Kita masih menunggu hasil lab 14 hari kedepan. Aliran air yang diduga tercemar berasal dari hulu Sungai Cikarang. Hari Senin mendatang kita akan inventarisis kegiatan yang ada di sepanjang hulu Sungai Cikarang, sambil menunggu hasil lab, parameter apa yang diatas baku mutu,” tutupnya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Peristiwa