0

BOGOR, INDONEWS – KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Tajurhalang menggadakan sosialisasi implementasi Kurikulum Merdeka Jenjang SD, di SDS Insan Teladan, Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/6/2022).

Sosialisasi ini untuk guru kelas I dan IV. Selain itu, dilakukan juga sosialisasi penulisan ijazah untuk guru kelas VI. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala Seksi Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Dr. Didin Syafrudin, M.Pd. dan Nur Komariah Pengawas Jenjang SD yang juga berkiprah sebagai assessor serta narasumber di berbagai kegiatan kolektif Pendidikan. Hadir juga Sidik Abdullah, M.Pd. selaku Pengawas Pembina Kecamatan Tajurhalang.

Ketua KKKS Kecamatan Tajurhalang, Sanin Suardi, S.Pd., mengatakan bahwa Kurikulum Merdeka sebagai issue terbaru di dunia pendidikan perlu mendapat perhatian khusus dari guru sebagai praktisi pendidikan.

“Masa pandemi Covid-19 merupakan salah satu kondisi khusus yang menyebabkan ketertinggalan pembelajaran (learning loss) yang berbeda-beda pada ketercapaian kompetensi peserta didik. Untuk mengatasi ketertinggalan pembelajaran (learning loss) kebijakan pemulihan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu terkait dengan implementasi kurikulum oleh satuan pendidikan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Tak Peduli Kondisi Bangunan Rusak, SDN Kubang Bahad Tetap Prioritaskan KBM

Dalam kesempatan ini, Didin Syafrudin mengatakan bahwa satuan pendidikan diberikan opsi dalam melaksanakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran bagi peserta didik.

“Tiga opsi kurikulum tersebut yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat (yaitu Kurikulum 2013 yang disederhanakan oleh Kemendikbudristek), dan Kurikulum Merdeka,” jelasnya.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

“Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik,” katanya.

Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Sampai saat ini di Kabupaten Bogor ada 744 sekolah yang sudah mendaftar untuk implementasi kurikulum merdeka. Sebanyak 533 sekolah yang memilih belajar mandiri, 184 sekolah memilih belajar berubah, dan 27 sekolah yang memilih belajar berbagi.

BACA JUGA :  SDN Sadu 01 Bandung Gulirkan Program Kebersihan Menuju Sekolah Adiwiyata

Selain sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka, pada kesempatan yang sama di ruangan yang berbeda jua diselenggarakan Sosialisasi Penulisan Ijazah bagi Guru kelas VI di Kecamatan Tajurhalang.

Materi tentang penulisan ijazah dikupas tuntas oleh Kasi Bidang Kurikulum ini. Antusiasme dari peserta sosialisasi terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta kegiatan. (Meinar Kristianti)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan