0

DEPOK, INDONEWS — Eskalasi masalah di Kota Depok bukan lagi sekadar isu, melainkan realitas pahit yang menampar wajah kota ini.

Meski tak separah yang di sangkakan, namun kesenjangan sosial antara masyarakat kelas menengah ke bawah dengan para pemegang kebijakan dinilai semakin menganga, membuat warga seolah menjadi orang asing atau ‘tamu’ di tanah kelahiran mereka sendiri.

Pernyataan keras ini dilontarkan Ketua Laskar Pendekar Banten Sejati (LAPBAS) Kota Depok, Amir Yudi, saat ditemui di Jalan Raya Bogor, Rabu (14/10/2026).

“Ada jurang pemisah yang sangat dalam antara rakyat dengan penguasa pemilik kebijakan di kota ini. Jangan sampai warga Depok merasa terpinggirkan dan menjadi tamu di rumah sendiri,” tegas Yudi dengan nada tinggi.

Yudi menyoroti kondisi kehidupan masyarakat kelas menengah ke bawah yang kian terhimpit di tengah gemerlap pembangunan.

Ia menyayangkan transisi kepemimpinan dari pemimpin lama ke yang baru, yang sejatinya diharapkan membawa angin perubahan, justru berakhir pada penurunan kualitas kehidupan warga.

Di balik sorotan keras tersebut, Yudi juga melakukan introspeksi. Ia mengakui masih adanya ketidakkekompakan di antara elemen masyarakat dan sejumlah Non-Governmental Organization (NGO) dalam mengkritisi kebijakan yang tidak pro-rakyat.

BACA JUGA :  Tujuh Kandidat Siap Bertarung di Kongres PWI 2025

“Kita harus solid. Jika kita terpecah dan tidak kompak, suara rakyat akan semakin mudah diabaikan oleh para pembuat kebijakan,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Kritik tajam ini menjadi sinyal peringatan bagi pemangku kebijakan di Depok untuk segera merapat ke akar rumput, sebelum rasa memiliki warga terhadap kotanya sendiri luntur sepenuhnya. (Gustini)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Depok