0

SUMEDANG, INDONEWS | Rencana pembangunan kawasan terpadu pondok pesantren di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mendapat apresiasi dari Kiai Said Aqil Siradj, Mustasyar Nahdlatul Ulama (NU) masa khidmat 2022–2027.

Hal itu disampaikan Said Aqil saat menghadiri kegiatan sosialisasi pembangunan kawasan terpadu pondok pesantren yang digagas Yayasan Cipta Maya Cordoba.

Menurutnya, pembangunan kawasan tersebut merupakan langkah luar biasa karena tidak hanya berorientasi pada pendidikan pesantren, tetapi juga penguatan akhlak serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ini luar biasa karena pesantren akhlak dan akan bermanfaat bagi umat,” ujar Said Aqil.

Ia menilai, keberadaan kawasan tersebut nantinya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain lembaga pendidikan pesantren, kawasan itu direncanakan dilengkapi masjid, museum, wisata religi, serta sarana yang mendukung pertumbuhan ekonomi umat.

Sementara itu, Penasehat Yayasan Cipta Maya Cordoba, Luki Lukmanul Hakim, yang merupakan keponakan pendiri yayasan, mengatakan pihaknya bersyukur sosialisasi rencana pembangunan kawasan terpadu tersebut dapat dilaksanakan.

“Alhamdulillah, wa syukurillah. Setelah sosialisasi dan informasi rencana pembangunan kawasan terpadu masjid, pondok pesantren, museum, wisata religi, termasuk pembangunan ekonomi umat, harapan ke depan kawasan ini dapat menjadi ikon di Sumedang,” katanya.

BACA JUGA :  Korcam Beberkan Pengangkatan Pegawai Kependidikan di Sukamakmur

Menurut Luki, keberadaan kawasan tersebut diharapkan mampu merangsang pertumbuhan ekonomi umat, khususnya di Kabupaten Sumedang dan Jawa Barat, serta memberikan dampak lebih luas bagi Indonesia.

Ia menyebut lahan yang telah diwakafkan untuk pembangunan kawasan tersebut memiliki luas sekitar 28.550 meter persegi.
“Sarana yang diwakafkan ini menjadi tonggak kemajuan dan kekuatan perekonomian umat di masa yang akan datang,” ujarnya.

Luki mengatakan, pembangunan kawasan tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan, termasuk proses pengurusan perizinan. Peletakan batu pertama ditargetkan dapat dilaksanakan dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan mendatang.

Pihak yayasan berharap peletakan batu pertama nantinya dapat dihadiri Bupati Sumedang beserta jajaran, Gubernur Jawa Barat, Menteri Agama, serta berbagai unsur masyarakat.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat dan seluruh komponen untuk ikut berpartisipasi dalam rangka kepentingan umat,” katanya.

Kawasan terpadu tersebut nantinya tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan. Berdasarkan rencana, kawasan akan mencakup lembaga pendidikan, masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, museum, wisata religi, serta berbagai sarana untuk menunjang kegiatan ekonomi umat.

BACA JUGA :  Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, UPTD SDN 18 Peusangan Santuni Anak Yatim

Luki juga mengajak kalangan media untuk turut membantu menyampaikan informasi mengenai rencana pembangunan tersebut kepada masyarakat luas.

“Teman-teman media sebagai mitra, sebagai pendorong informasi dan komunikasi, kami harapkan dapat membantu menyampaikan informasi ini kepada seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (*/imn)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan