BKI Harus Lebih Profesional, Investigasi Harus Transparan
Oleh: Yogie Try Wardhana
Saya turut prihatin dan bersyukur atas keselamatan seluruh penumpang dan ABK KMP Batumandi yang terbakar di alur masuk Dermaga VI Merak pada Senin sore (20/10).
Namun insiden ini tidak boleh dianggap sebagai musibah biasa dan selesai dengan permintaan maaf. Ini adalah alarm keras bagi keselamatan pelayaran nasional.
Ada satu ironi besar yang harus kita catat: Ini terjadi di lintasan Eksekutif Merak – Bakauheni. Masyarakat sudah rela membayar lebih mahal, jauh di atas tarif reguler, dengan harapan mendapatkan rasa aman, kecepatan, dan fasilitas yang memang eksekutif. Ketika kapal eksekutif saja bisa terbakar di tengah selat, lalu di mana letak nilai eksekutif itu?
Untuk itu, saya mendesak:
- KNKT dan Ditjen Hubla Harus Investigasi Terbuka dan Cepat
Jangan sampai penyebabnya hanya disebut “masih didalami” berbulan-bulan. Publik butuh kejelasan. Apakah sumber api dari dek kendaraan, korsleting, atau ruang mesin? Hasil investigasi harus dibuka ke publik.
- Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Harus Lebih Profesional dan Ketat
BKI adalah garda terdepan yang menyatakan kapal secara teknis laik laut. Jika sertifikasi kelaiklautan dikeluarkan tanpa pemeriksaan yang mendalam dan profesional, maka Syahbandar pun akan kecolongan saat menerbitkan SPB. Saya minta BKI melakukan audit internal dan memperketat standar survey, khususnya untuk kapal-kapal yang melayani jasa eksekutif.
- KSOP dan ASDP Evaluasi Total SOP Dermaga Eksekutif
KSOP sebagai Syahbandar adalah penjaga terakhir yang menyatakan kapal boleh berlayar atau tidak. ASDP sebagai operator harus memastikan perawatan dan sistem pemadam berfungsi 100%. Fasilitas eksekutif harus berbanding lurus dengan standar keselamatan eksekutif.
Saya tidak dalam posisi menunjuk siapa yang paling bersalah. Itu tugas penyidik. Tapi saya dalam posisi sebagai pengguna jasa penyeberangan, sebagai warga Lampung yang setiap minggu menyeberang Merak – Bakauheni, menuntut agar keselamatan tidak dijadikan fasilitas tambahan, tapi menjadi harga mati.
Jangan tunggu ada korban jiwa baru kita berbenah. Terima kasih.




























Comments