0

SUMEDANG, INDONEWS — Warga Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, merayakan Milangkala ke-114 dengan menggelar malam puncak penuh pertunjukan seni dan budaya, Sabtu, 22 Agustus 2026.

 

Mengusung tema “Kanyaah Indung Nu Moal Laas”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus melestarikan kesenian tradisional Sunda.

 

Malam puncak berlangsung di Lapang Puskopad, RW 17, Desa Cipacing, mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai.

 

Sejumlah kesenian tradisional seperti tarawangsa, angklung, jaipong, tanjidor, degung, calung, hadrah, serta rampak sekar tampil menghibur masyarakat.

 

Kepala Desa Cipacing Hj. Dede Juariah mengatakan dirinya bersyukur karena seluruh rangkaian Milangkala Desa Cipacing dapat berlangsung dengan meriah, aman, dan tertib.

 

“Saya merasa sangat gembira karena puncak acara Milangkala bisa sukses digelar dengan penuh kegembiraan,” kata Dede.

 

Rangkaian Milangkala Desa Cipacing telah dimulai sejak pagi. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Jatinangor serta dua anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari daerah pemilihan Jatinangor-Cimanggung, yakni Riki Kadarsyah dari Fraksi PAN dan Lady Puspita dari Fraksi Partai Golkar.

BACA JUGA :  Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi: Selamat Idul Adha 1443 H

 

Pertunjukan Tarawangsa menjadi salah satu penampilan yang menyedot perhatian warga.

 

Puluhan penari mengikuti alunan musik tradisional dengan gerakan yang khidmat dan gemulai. Warga yang menyaksikan tampak menikmati pertunjukan tersebut dalam suasana tenang.

 

Penampilan angklung kemudian menambah nuansa tradisional dalam perayaan tersebut. Suasana semakin semarak ketika kelompok jaipong, tanjidor, dan berbagai kesenian lainnya tampil di hadapan masyarakat.

 

Selain pertunjukan seni, panitia juga menggelar kreasi dari setiap RW, pembagian hadiah perlombaan, paduan suara PKK, simbolis “Kanyaah Indung”, serta pemberian penghargaan kepada warga berprestasi. Pertunjukan akustik dan snake show turut menjadi bagian dari hiburan malam puncak.

 

Dede mengatakan tema “Kanyaah Indung Nu Moal Laas” bukan sekadar slogan dalam perayaan Milangkala.

 

Menurut dia, tema tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tetap menjaga nilai kasih sayang, kebersamaan, dan kekeluargaan.

 

Milangkala ke-114 juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah Desa Cipacing berharap kedua momentum tersebut dapat memperkuat semangat gotong royong masyarakat dalam membangun desa.

BACA JUGA :  Perumda Tirta Kahuripan : Dirgahayu TNI Ke-80

 

“Saya berharap warga Desa Cipacing tetap bersatu dengan satu tujuan untuk membangun Desa Cipacing agar lebih maju lagi. Pemerintahan desa tidak akan maju tanpa dukungan dari warganya,” ujar Dede.

 

Menurut Dede, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan pembangunan desa. Karena itu, pemerintah desa mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan terus berkontribusi terhadap kemajuan Cipacing.

 

Perayaan Milangkala ke-114 akhirnya bukan hanya menjadi panggung hiburan. Gelaran tersebut juga menjadi ruang bagi warga untuk merawat budaya Sunda, mengapresiasi prestasi masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah desa dan warga. (Ist)

You may also like

Comments

Comments are closed.