0

BEKASI, INDONEWS – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terus mendorong upaya pencegahan stunting melalui serangkaian sosialisasi program bersama Mitra Kerja yang diselenggarakan di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang, Sabtu (18/11/2023).

Sosialisasi dalam rangka memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dalam masa pertumbuhan anak-anak, sekaligus tentang pencegahan stunting.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Drg. Putih Sari turut hadir dalam kegiatan tersebut. la menyampaikan terima kasih atas perhatian kepada pihak yang turut serta dalam pencegahan stunting yang terjadi di wilayah Bekasi.

“Stunting adalah kondisi ketika seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan akibat kurang gizi sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Stunting juga menjadi masalah serius di Indonesia dan angka stunting di Indonesia masih tinggi. Ini berdampak negatif terhadap kualitas hidup anak-anak dan perkembangan mereka di masa ygang akan datang. Maka dari itu dengan melalui acara ini, kami ingin melakukan pendampingan terhadap ibu yang memiliki balita ataupun balita sehingga angka stunting bisa menurun di wilayah ini,” paparnya.

BACA JUGA :  Januari 2024, Yayasan Seumangat Kamoe Bireuen Laksanakan Giat Islami

Untuk membangun keluarga berkualitas, lanjut Putih Sari, ada yang harus ditingkatkan. Pertama, meningkatkan kepersertaan KB, kesertaan mengendalikan kelahiran menggunakan kontrasepsi, atau mengendalikan kelahiran dengan mendewasakan usia pernikahan.

Kedua, meningkatkan kesertaan pembangunan keluarga, dan ketiga meningkatkan partisipasi masyarakat dibidang kependudukan.

Putih Sari juga menegaskan bahwa BKKBN dan DPR RI terus dorong penurunan angka kasus stuntung dengan menggelar sosialisasi program pencegahan percepatan.

Hal ini dalam rangka penguatan peran serta mitra kerja dan stakeholder dalam emplementasi kegiatan prioritas pembangunan keluarga.

Dalam kesempatan sama, Hj. Sofia SH selaku Kepala Dinas PPKB Kabupaten Karawang menjelaskan tentang Penguatan Peran Penyuluh KB dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Karena itu, diperlukan kerja bersama dari seluruh pihak untuk melakukan pencegahan dan melaksanakan program lawan kasus stunting.

“Bahwa untuk angka stunting ada di angka 10,8%. Kami berharap angka ini bisa terus turun, maka diperlukan kerja sama dari seluruh pihak untuk melakukan penurunan kasus stunting,” katanya.

“Apabila tidak adanya peran aktif bersama-sama. Semua harus bekerja bersama agar tercapai angka stunting yang ideal dengan cepat, serta adanya pendampingan secara baik dan untuk kita capai Indonesia Emas 2024,” katanya.

BACA JUGA :  Danrem 061: HIPMI Harus Mejadi Agen Perubahan Ekonomi Lebih Baik

Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk terus bekerja sama dalam menurunkan kasus stunting.

Maka dari itu, diperlukan pula program pemantauan pertumbuhan anak di berbagai daerah, dengan tujuan untuk mendeteksi dini anak-anak yang berisiko mengalami stunting,” katanya. (Supri)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Regional