SUKABUMI, INDONEWS — Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana membuka kegiatan Edufair SMAS Mardi Yuana Sukabumi yang digelar di SMAS Mardi Yuana Sukabumi, Jumat (4/9/2026).
Mengusung tema “Maju Bersama, Hebat Semua”, kegiatan Edufair diikuti sekitar 20 perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, termasuk lembaga dari sektor perbankan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk mendapatkan informasi, memperluas wawasan, serta mengenal berbagai pilihan pendidikan dan peluang setelah menyelesaikan jenjang SMA.
Dalam sambutannya, Bobby Maulana mengapresiasi SMAS Mardi Yuana Sukabumi yang telah menghadirkan Edufair sebagai bagian dari upaya membantu siswa mempersiapkan masa depan.
Menurutnya, masa setelah SMA merupakan fase penting karena siswa akan dihadapkan pada berbagai pilihan. Karena itu, ia mengingatkan agar setiap pilihan tidak semata-mata didasarkan pada tren ataupun mengikuti keputusan orang lain.
“Kenali diri kita, kemampuan, minat, dan bakat. Jangan memilih hanya karena ikut teman atau karena sesuatu sedang menjadi tren. Setiap orang punya jalan dan potensinya masing-masing,” ujar Bobby.
Bobby juga mengajak siswa melihat tantangan yang dihadapi Kota Sukabumi. Sebagai kota dengan wilayah yang relatif kecil, Sukabumi memiliki keterbatasan dalam membuka lapangan pekerjaan maupun mengembangkan kawasan industri dalam skala besar.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus dorongan agar generasi muda memiliki kemampuan yang dapat menjawab kebutuhan zaman dan mampu melihat peluang di luar pilihan-pilihan yang selama ini sudah ada.
“Di kota kecil seperti Sukabumi, tentu ada tantangan. Salah satunya bagaimana membuka lapangan pekerjaan. Tidak mudah untuk membuka kawasan industri yang besar. Maka, anak-anak muda harus dipersiapkan agar mampu melihat peluang dan memiliki kemampuan untuk bersaing,” ungkapnya.
Ia menilai kegiatan seperti Edufair menjadi penting karena pendidikan dan dunia kerja terus mengalami perubahan. Terlebih dengan semakin kuatnya proses transisi dan transformasi digital, generasi muda perlu memiliki kesiapan menghadapi perubahan yang dapat memengaruhi berbagai bidang kehidupan.
“Peradaban terus berubah. Kita memasuki masa di mana teknologi dan digitalisasi akan semakin dekat dengan kehidupan kita. Karena itu, jangan hanya mengandalkan nilai akademik. Kemampuan komunikasi, kreativitas, kemampuan digital, kolaborasi, adaptasi, dan karakter juga sangat penting,” katanya.
Bobby juga melihat perkembangan konektivitas wilayah Sukabumi sebagai salah satu peluang yang perlu dipersiapkan oleh generasi muda. Dengan semakin baiknya akses dan mobilitas menuju Sukabumi, berbagai sektor, termasuk pariwisata dan perekonomian, berpotensi mengalami pertumbuhan.
Menurutnya, perubahan tersebut pada akhirnya dapat mengubah arah kehidupan masyarakat. Karena itu, generasi muda harus mampu mempersiapkan diri sejak sekarang agar tidak hanya menjadi penonton dari perubahan yang terjadi.
“Ketika akses semakin terbuka, mobilitas meningkat, tentu akan ada dampak terhadap berbagai sektor, termasuk pariwisata. Ini harus kita lihat sebagai peluang yang perlu dipersiapkan,” tutur Bobby.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga membagikan pengalaman perjalanan hidupnya kepada para siswa. Ia menceritakan bahwa ketika masih muda, dirinya menempuh pendidikan seni rupa dan pernah mengikuti proses audisi untuk sebuah acara televisi.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup yang mengajarkannya bahwa jalan seseorang tidak selalu dapat diprediksi sejak awal.
Berbagai pengalaman dan kesempatan yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat menjadi bagian dari proses untuk menentukan langkah berikutnya.
“Kadang kita tidak tahu perjalanan kita akan ke mana. Tetapi ketika ada kesempatan, kita coba. Yang penting kita serius menjalani prosesnya,” ujarnya.
Bobby pun mengingatkan para siswa agar tidak terlalu mudah menentukan benar atau salahnya suatu pilihan hanya berdasarkan opini yang berkembang di masyarakat, terlebih di tengah derasnya informasi dan sesuatu yang mudah menjadi viral.
Menurutnya, keputusan mengenai masa depan harus dibangun berdasarkan pemahaman terhadap diri sendiri, bukan sekadar mengikuti apa yang sedang ramai.
Ia kemudian menitipkan tiga hal penting kepada para siswa, yaitu komitmen, konsistensi, dan kesungguhan dalam menjalankan proses.
“Bentuk ikhtiar itu banyak. Tetapi ingat tiga hal: komitmen terhadap diri sendiri, konsisten, dan apa yang sudah dimulai harus dikerjakan dengan baik. Karena yang menentukan ke depan adalah kalian sendiri,” tegasnya.
Bobby menilai Edufair merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk membuka wawasan siswa. Namun, pilihan perguruan tinggi maupun jalan pendidikan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut hanyalah salah satu bagian dari perjalanan.
“Semua pilihan yang ada hari ini bisa menjadi jalan menuju impian. Tetapi yang akan menjalani prosesnya adalah kalian sendiri. Maka, jalani dengan keseriusan dan terus belajar,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi akan terus berupaya menghadirkan kebijakan yang memberikan dampak bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan generasi muda.
“Mudah-mudahan kami bisa terus memberikan kebijakan yang berdampak. Walaupun tentu masih banyak kekurangan, kami akan terus belajar dan berusaha memberikan yang terbaik,” ungkapnya.
Bobby berharap Edufair SMAS Mardi Yuana Sukabumi dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa dalam memperluas wawasan dan membantu menentukan langkah pendidikan maupun masa depan.
Ia mengajak seluruh siswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan aktif mencari informasi, mengenali potensi diri, serta tidak berhenti belajar.
“Jangan takut memiliki mimpi besar. Mimpi besar harus diikuti usaha yang besar. Terus belajar, terus mencoba, dan jalani proses dengan baik,” pungkasnya.
Kegiatan Edufair SMAS Mardi Yuana Sukabumi diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan siswa menentukan pilihan pendidikan dan masa depan, sekaligus membangun generasi muda yang mampu beradaptasi, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai perubahan di masa mendatang.
Hal tersebut sejalan dengan harapan agar Edufair memberikan manfaat nyata serta membantu siswa dalam menentukan pilihan pendidikan dan meraih cita-cita. (Ndi)





























Comments