0

SUKABUMI, INDONEWS | Ibu-ibu di Bojongsari, Sawangan menggeruk toko yang diduga menjual obat-obatan berjenis golongan G. Aksi ibu-ibu itu pun viral di media sosial.

Disinyalir obatan berjenis golongan G dijual bebas tanpa resep dokter oleh penjual berkamuflasekan warung kelontong.

Dalam video yang beredar, terlihat ibu-ibu dan warga sambil berteriak juga menendang etalase warung yang dianggap meracuni anak-anak.

“Jangan dibiarkan. Usir, ambil barang buktinya. Itu obat terlarang, obat yang memabukan yang bikin rusak moral anak-anak kita,” demikian terikan dalam video tersebut.

Di wilayah Sukabumi sendiri marak peredaran obat jenis G yang berkamuflasekan warung kelontong atau konter pulsa, seperti salah satu warung yang berada di Jalan Cicurug Bogor, tepat dekat Taman Angsa, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Warung tersebut dengan bebas melayani konsumen rata-rata anak dibawah umur. Mirisnya lagi, pelanggaran hukum itu seolah tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum (APH).

Saat wartawan mencoba mengunjungi warung tersebut dan menggali informasi ke penjaga warung, Kamis (3/10), ia mengatakan mengaku hanya sebagai penjaga saja.

BACA JUGA :  Wali Kota Sukabumi: Pendidikan Sejatinya Tugas Keluarga

“Saya hanya penjaga, digaji nyari-nyari buat makan kalau yang punya warung bang Rahmat orang Aceh. Sama, saya juga orang Aceh merantau ke sini,” kata sang penjaga.

Masih dikatakan penjaga warung, jika Rahmat tak hanya memiliki toko di sini saja, namun ada beberapa toko yang sama menjual obat-obatan seperti eximer dan tramadol.

Atas kejadian ini, masyarakat merasa ironis, bagaimana moral anak bangsa kedepan jika setiap hari dicekokin obat-obatan yang merusak mental dan pola fikir.

“Ini menjadi pekerjaan rumah Kapolri untuk memberikan instruksi kepada kapolda, kapolres, kapolsek agar jangan sampai menimbulkan presepsi aparat tutup mata dengan peredaran obat jenis golonga G yang dapat merusak generasi bangsa,” kata warga yang meminta tidak ditulis namanya itu. (tim)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Sukabumi