0

BOGOR, INDONEWS – Seorang pria diamankan warga RT 02, RW 08, Desa Cileungsi Kota, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tersangka kepergok saat diduga melakukan pencurian tiga pcs pakaian dalam wanita (BH). Sehingga pria yang belum diketahui identitasnya tersebut pun diserahkan kepada polisi.

Aksi penangkapan pria tersebut diawali saat warga melihatnya berada di sisi rumah kontrakan korban, di tempat gelap, Menurut keterangan suami korban, dirinya kaget mendengar ramai di luar kontrakan hingga dirinya keluar kontrakan dan melihat warga sedang mengintrogasi tersangka.

“Awalnya saya kaget denger ramai di luar kontrakan. Kejadiannya sekitar jam 03:00 WIB pagi, Sabtu (16/7/2022). Pas keluar rumah kontrakan, ramai melihat warga sedang mengintrogasi pria. Pas saya deketin, BH istri saya ada sama si pelaku, dan BH itu sudah basah, pas saya cium, bau sperma pelaku,” ujar Indra, suami korban.

Karena jengkel, Indra mengaku secara spontan memukul tersangka. Sebelumnya warga juga geram dengan ulah pelaku. Ada beberapa warga yang kesal dan sempat memukul tersangka. Akhirnya warga melaporkan hal ini kepada Ketua RT.

BACA JUGA :  Gercep, Dinsos Kabupaten Bogor Evakuasi Warga Pengidap Sakit Aneh

Di tempat terpisah, Ketua RT 02, Abdul Gopar alias Opang membenarkan bahwa telah mengamankan seorang pria muda tanpa identitas di wilayahnya, yang diduga mencuri BH.

“Sebenernya ini bukan maling pak. Jadi orang tersebut punya kelainan. Semalam diintrogasi jawabanya setelah nonton film porno di warnet dia masuk ke wilayah saya, lalu mengambil daleman yang dijemur untuk dipakai onani. Keterangn semalam yang saya dapat seperti itu. BH diambil dari jemuran si korban, pelaku langsung dipergoki sama korban,” terangnya.

Gopar menambahkan, tersangka berikut barang bukti diserahkan ke pihak polsek.

“Berdasarkan informasi yang saya dapat, si pelaku ternyata beristirahatnya enggak menentu. Kadang di angkot, kadang di depan minimarket depan Perum PT. SC, serta terkadang suka ngamen,” imbuhnya.

“Alhamdulillah kondusif. Warga paham dengan kondisi pelaku yang agak punya kelainan. Jadi tidak ada penganiayaan atau pemukulan,” tutupnya. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Peristiwa