BOGOR, INDONEWS – SDN Cikopo Mayak 03, Kabupaten Bogor menggelar perpisahan dan pelepasan kelas VI sekaligus kenaikan kelas 1 sampai V, tahun pelajaran 2021/2022.
Puncak pelepasan bertema “Mari Kita Tingkatkan Silaturahmi, Prestasi Belajar Siswa di Era Globalisasi Khususnya Pendidikan di Masa Depan” akan dilangsungkan pada 2 Juli 2022.
Rencananya, kegiatan pelepasan siswa akan dimeriahkan upacara adat. Adapun jumlah siswa dari SDN Cikopo Mayak 03 berjumlah 290. Acara perpisahan diiringi uoacara adat sunda lengseran. Dan acara ini juga merupakan samenan terakhir kepala sekolah yang saat ini bertugas, yakni Subrata S.Pd., M. Pd., karena beliau akan pensiun di bulan Mei 2023.
“Upacara adat ini mutlak tampilan dari anak, baik yang memainkan iringan musik ataupun iringan pengantin adat, lengkap dengan penari dan dayang-dayangnya, dipimpin oleh Endi Suhandi dan kawan-kawan,” jelas Subrata.

Subrata S.Pd., M. Pd
Guna mematangkan acara pelepasan, pada Senin 27 Juni 2002 tampak sejumlah siwa tengah latihan upacara adat dengan serius dan khidmat. Mereka begitu selaras mengikuti iringan musik sunda dan lengseran.
Mereka begitu serius ingin memberikan persembahan yang menarik dan memuaskan bagi orangtua dan guru dan agar acara ini berkesan melekat ketika anak-anak sudah lulus dari sekolah tersebut.
Kepala SDN Cikopo Mayak 03, Subrata menuturkan, tahun ini terdapat dua orang lulusan terbaik, yaitu Indriani dan Restiani.
“Saat ini panitia PPDB sudah menerima 60 siswa baru yang mendaftar. Jadi tahun ini diperkirakan sampai bulan Juli akan ada kenaikan 50 persen,” paparnya.
Terima Bantuan Internet
Kepala sekolah sekaligus Ketua K3S Subrata menambahkan, sekolahnya akan mendapatkan bantuan internet untuk pembelajaran sekolah dari UT (Universutas Terbuka) dan dari LN.
“Rencana pertemuan ini digagas tanggal 29 Juni 2022. Ini kabar yang sangat baik sekali. Kami menyambut dengan gembira. Secara tidak langsung program ini akan membantu pelayanan kegiatan belajar mengajar di sekolah kami. Karena sekarang ini metode pembelajaran tidak akan terlepas dari yang namanya digital,” papar Subrata.
Dengan demikian, tambahnya, peserta didik bisa dengan mudah menggunakan fasilitas internet untuk menunjang semua kebutuhan sekolah, tanpa harus membeli kuota lagi.
“Hal ini juga sesuai dengan visi sekolah kami, yaitu mewujudkan generasi yang maju, cerdas dan terampil,” tandasnya. (Bintono)






















Comments