BOGOR, INDONEWS – Ketua DPC LSM Penjara, Romi Sikumbang memaparkan istilah oknum dalam kasus korupsi.
Kepada Media-Indonews, Rabu (22/6/2022), Romi mengatakan, dalam kehidupan empirik, seringkali mendengar atau membaca istilah “oknum” untuk memberikan predikat yang tidak baik pada seseorang atau sekelompok orang.
Penggunaan kosakata “oknum” menjadi menarik untuk dicermati secara kritis dalam konteks semangat melakukan perbaikan.
“Demi nama baik lembaga, pemerintah, sekumpulan profesi, atau nama-nama institusi lainnya (you name it), sangat mudah oknum ‘dikambinghitamkan’ untuk hal-ihwal yang sebenarnya bersifat sub kultural, eksklusif kulural maupun struktural,” jelasnya.
Jika situasinya sudah sistemik, kata dia, niscaya akan muncul pengulangan-pengulangan, kejadian berulang sehingga lama-lama peng-oknum-an pasti tak memadai lagi untuk menjaga nama baik pemerintah, lembaga ataupun institusi manapun.
Lalu kasus korupsi Bupati Kabupaten Bogor pun menyeret sejumlah oknum, diistilahkan oknum.
“Padahal kasus korupsi melekat kepada diri masing masing terhadap pribadinya, kata oknum, misalnya, ini sebenarnya praktik mengakui tapi sekaligus juga menyangkal,” ungkapnya.
Hanya untuk sebuah predikat WTP, imbuhnya, maka oknum pun melakukan korupsi, menghalalkan segala cara, yang menyembunyikan keburukan hanya untuk terlihat baik dimuka umum.
“Membayar sebuah prestasi untuk sebuah pengakuan, agar roda pemerintahan dinilai baik di muka umum. Lagi-lagi uang masyarakat menjadi sasaran empuk di lingkungan pemangku jabatan, sebagai jawaban atas menghalalkan segala cara untuk terlihat baik baik saja,” ujar Romi.
Romi mengatakan, kasus korupsi bupati bukan dilakukan oleh oknum, melainkan dilakukan oleh pribadi yang sama-sama merasa diuntungkan jika kegiatan tersebut sukses. Entah dalam sebuah prestasi maupun dalam keuntungan pribadi.
Dalam tulisan ini, Ketua LSM Penjara Bogor mengajak masyarakat untuk lebih cermat lagi memilih pemimpin demi Kabupaten Bogor lebih baik.
“Mari kita sudahi kasus korupsi di Kabupaten Bogor dengan memilih pemimpin yang amanah, yang mampu membawa Kabupaten Bogor lebih berkembang dan lebih maju lagi dari sekarang. Masyarakat harus lebih cerdas lagi dalam bertindak, memilih, dan menyerahkan kepercayaannya kepada calon-calon pemimpin di Kabupaten Bogor,” katanya.
Menurut dia, masih ada waktu untuk berbenah. Sehingga dirinya menyerukan ayo jangan menyerah demi masyarakat Kabupaten Bogor tercinta.
“Jika perlu, mungkin sudah saatnya Kabupaten Bogor mengganti warna di Kabupaten Bogor agar jelas nampak perubahan dan perbaikan yang menyeluruh di Pemerintahan Kabupaten Bogor, dan jangan lagi kita biarkan sang oknum merajalela di Kabupaten Bogor,” pungkas Romi. (Firm)



























Comments